Grid.ID Networks | Minggu, 23 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Aku, Penggemar Rahasia, dan Payung Biru Langit

  • Rabu, 15 Oktober 2014 23:00 WIB

Aku, Penggemar Rahasia, dan Payung Biru Langit

Masih terdengar hujan dari luar kelas. Jam dinding menunjukkan angka tiga. Seharusnya sudah sejam yang lalu aku meninggalkan sekolah. Tapi, karena hujan deras terpaksa aku tinggal di sekolah lebih lama lagi. Aku tidak sendiri memang. Masih banyak yang menunggu hujan reda. Beberapa teman tetap berada di kelas, bercanda dengan yang lain, bermain kartu poker atau UNO. Beberapa teman lagi terlihat bermain gitar dan bernyanyi bersama. Ah, sungguh menyenangkan bisa berkumpul bersama teman-teman.

 

Tapi, aku tak bisa. Aku lebih nyaman jika aku tidak bersama mereka. Aku takut mereka tidak mau berteman denganku. Aku berdiri di dekat jendela, merasakan dinginnya kaca jendela yang terguyur hujan dari luar. Dari lantai atas, di belakang jendela itu, aku bisa melihat semuanya yang ada dari atas. Aku bisa melihat halaman sekolah yang luas. Aku bisa melihat lapangan basket yang tergenang air dan terguyur hujan deras.

 

Lima belas menit kemudian, hujan tampak mulai mereda. Tapi, tetap saja jika aku nekat menerobos hujan, seluruh tubuhku akan basah semua, dan buku-buku kesayanganku akan basah. Aku tak mau. Aku mengutuki diriku sendiri, kenapa aku bisa lupa membawa payung. Sebagian besar teman yang ada di kelas sudah beranjak pergi. Aku pun memutuskan untuk menunggu di bawah.

 

Ketika aku ingin keluar kelas, aku melihat sesuatu di atas bangkuku. Dan ternyata sebuah payung berwarna biru langit dengan kertas tersemat di atasnya.

"Untuk Meli. Pakailah payung ini, agar kamu tidak basah karena hujan. Meskipun hujan datangnya keroyokan, tapi jangan kau takut hujan. Karena hujan sebenarnya menyembuhkan. J"

 

Sedikit terkejut, meskipun aku merasa tersanjung. Tidak percaya jika payung itu sengaja dipinjamkan untukku. Tapi, di kartu itu jelas benar tertulis namaku. Aku penasaran. Tapi, aku memilih untuk mendiamkan pikiranku yang bermacam-macam. Tidak mungkin kan kalau aku punya secret admirer?

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×