Grid.ID Networks | Rabu, 26 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Being Me

  • Jumat, 5 Desember 2014 00:00 WIB

Being Me

"Pasukan kuning berceceran di Jalan Baru. Pak Satpol PP tolong digaruk aja lalu dibuang di kali, tempatnya memang di situ. Bau, Pak! Najis abis!"

 

                  Perang komentar di Facebook berawal dari status ini. Sudah lebih dari tiga puluh komentar super pedas dan saling menjatuhkan berdesakan di kotak-kotak kecil sejak status itu di-upload 30 menit yang lalu. Saking banyaknya komentar, mereka mulai kehabisan ide dan menggantinya dengan sumpah serapah yang mulai tak terkontrol.

 

                  Perang komentar itu terjadi karena salah seorang dari Geng Borju meng-upload foto anak-anak dari Geng Modis saat mereka nongkrong di Jalan Baru lalu menulis status kontroversial itu. Di dalam foto itu dua puluh anak Geng Modis yang memakai baju bernuansa kuning terang berpose dengan gaya dandan bintang film Korea di Jalan Baru yang selalu ramai di Minggu pagi. Apalagi mereka bergerombol di antara lalu lalang orang-orang yang kebanyakan hanya menggunakan pakaian olahraga sederhana. Sangat mencolok. Mungkin ini yang disebut tabrak lari dalam dunia fashion.

 

                  "Ini semua tentang mereka. Tak ada satu pun tentangku," bisik Lolita sembari melemparkan HP-nya ke atas tempat tidur. Dia masih memakai seragam putih abu bahkan tas ranselnya masih meringkuk di punggung. Lolita tak akan menjadi sebuah kisah sebab dia bukan bagian dari mereka. Kisah yang paling laku di SMA-nya hanyalah tentang kedua geng itu. Jika kamu bukan bagian dari mereka, maka bersiaplah untuk berubah menjadi hantu alias masuk dalam golongan kasat mata, tak terlihat, tersingkir, dan terlupakan.

 

Lolita harus punya modal materi untuk masuk Geng Borju. Modalnya bahkan lebih besar daripada uang gedung sekolahnya. Paling tidak dia harus punya Blackberry atau iPad atau sepeda fixie untuk nongkrong tiap minggu pagi di Jalan Baru. Mengingat orangtuanya hanya guru SD, Lolita tak pernah berimajinasi masuk geng itu. Dia bersyukur masih dibelikan HP yang meski ketinggalan jaman tapi masih bisa untuk Facebook-an.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×