Grid.ID Networks | Sabtu, 22 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Demi Rindu dan Sakura

  • Jumat, 7 November 2014 00:00 WIB

Demi Rindu dan Sakura

Bunga sakura. Cinta dan benci. Pemuda itu mencintai bunga Sakura, karena cantiknya mengingatkannya pada rekah senyum gadis yang dia cintai. Sekaligus dia membencinya. Benci karena Sakura mengingatkannya, bahwa makin besar ia mencintai, maka sebesar itu pula rasa sakit menggerus hatinya.

 

Ji Won menatap kelopak-kelopak bunga sakura di atasnya. Terasa jauh dari rengkuhannya. Seakan menjadi jawaban dari semesta atas pertanyaan yang membuatnya hampir tak bisa bernapas selama ini: Sakura, apa kau juga mencintaiku?

 

***

 

Udara musim semi belum bergerak menuju hangat. Sisa uap dingin winter masih menggigit-gigit kulit. Seharusnya aku memakai baju lebih tebal. Aku mengenakan terusan katun putih, dengan tights hitam dan pantofel senada. Aku mengenakan cardigan rajut abu-abu dan syal hitam. Kukira semua ini cukup menahan dingin, tapi ternyata salah. Saking terbiasa dengan panas Jakarta, hawa 15 derajat ini terasa seperti di bawah sepuluh derajat.

 

Pukul sepuluh pagi dan Hongik University Area sudah begitu ramai. Wajar. Sekarang libur akhir pekan dan bunga-bunga sakura bermekaran. Aku selalu merasa orang-orang Korea lembut dan romantis. Seperti di drama-drama di TV. Pemuda-pemudanya menatap sayu, dengan sorot mata menggetarkan hati gadis yang siap jatuh cinta.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×