Grid.ID Networks | Jumat, 28 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Dia, Perjalanan dan Mati Kutu

  • Sabtu, 16 Maret 2013 23:00 WIB

Dia, Perjalanan dan Mati Kutu

Udara pagi yang sejuk berpadu dengan semangat yang merekah tinggi. Wajah-wajah segar menghiasi pagi untuk memulai aktifitas. Tapi, di ruangan kelas 10.3 itu, semua wajah segar tampak lebih panas dari biasanya. Dengan seorang guru yang menjadi pusat perhatian satu kelas itu.

 

"Hasil ulangan kemarin sudah Ibu periksa. Hasilnya bisa dilihat." Beliau membagikan lembar demi lembar hasil ulangan murid-muridnya. "Jadi yang tidak sesuai dengan standar kelulusan, minggu depan harus ikut perbaikan," tambahnya dengan nada tegas.

 

Selembar kertas dengan tinta warna merah, akhirnya tiba di meja. "Tiga puluh," gumam pemilik meja itu dengan wajah terkejut.

 

"Nilai lo berapa, Chi?" Rita merampas paksa lembaran ulangan itu dari tangan Rachi. Seketika, matanya melotot tanda tak percaya. "Hah? Tiga puluh!? Lo enggak salah?"

 

"Apanya yang salah!? Gua, kan, orang Sunda, jadi wajar dong kalo nilai Bahasa Jepang gua kecil," Rachi santai menanggapi, biarpun sesungguhnya ia malu bukan main. Rachi merampas kembali hasil ulangannya. "Repot amat, lo!"

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×