Grid.ID Networks | Jumat, 21 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

It Means....

  • Sabtu, 26 Oktober 2013 23:00 WIB

It Means....

Ini tentang cowok yang tinggal di sebelah rumahku. Cowok yang menyebabkan semua kegilaan yang terjadi di separuh umurku (dia pindah ke sebelah rumahku ketika aku berumur 9 tahun). Ia cowok yang penuh dengan keanehan. Tak terbayangkan bagaimana aku bisa menghabisi hari-hariku bersama cowok itu sampai saat ini. Hari-hari yang penuh dengan untaian kata benci dan sumpah serapah.

 

And the story begins.

Semua orang punya hal-hal yang mereka sukai juga yang mereka benci. Layaknya aku yang membenci awan panas di siang hari apalagi ketika musim gugur. Tentu saja. Kau juga akan merasakan hal yang sama denganku ketika kau harus membawa banyak tumpukan kertas berisikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru ke ruangannya, padahal demi menuju tempat itu kau harus melewati lapangan kampus yang luas, koridor kakak kelas yang kotor (banyak sampah tergeletak mengenaskan di sana). Oh, abaikan ceritaku yang satu ini.

 

Kembali pada tujuan awal.

Meskipun aku masuk kedalam kategori perempuan yang tidak menyukai sebuah permusuhan, tetap saja aku punya seseorang  yang kubenci (hey, aku juga manusia dan berhak membenci seseorang). Lay, cowok berlesung pipi satu itu bisa tertera dalam list yang tercantum di belakang pintu kamarku. List yang berisikan hal-hal yang paling ku benci.

 

And it means, I hate Lay. So much.

Aku benci ketika Lay sibuk berceloteh tentang paginya. Bercerita tentang bagaimana ia menemukan kucing kesayangannya tengah buang air kecil ketika ia ingin mandi. Dan sialnya ada cicak putih bertengger di atap kamar mandinya dan ia akan berteriak sekencang mungkin mengganggu pagi para penghuni rumah karena takut cicak itu jatuh dan mengenai tubuhnya. Dan adiknya, Sehun, dengan senang hati menggedor-gedor pintu kamarnya agar ia berhenti berteriak (Sehun dan Lay tidak pernah akur). Atau bagaimana ia dimarahi ibunya karena ia tidak mencuci kemeja abu miliknya. Dan bukan itu masalahnya. Lay tidak mencucinya sejak kemeja itu mendekam di pojok kamarnya selama hampir sebulan.

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×