Grid.ID Networks | Senin, 24 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Obsessed

  • Sabtu, 12 April 2014 23:00 WIB

Obsessed

"Jadi dia, si Logan Lerman nggandeng tangan aku. Rasanya tuh hangaaat banget. Dia juga sempet membelai lembut rambut aku, Rin! Dan kamu tahu? Setelah dia elus-elus rambut aku, dia mau cium aku! Aaaaaa siapa sih yang nggak kegirangan dicium sama bintang super cakep sekaliber Logan Lerman?" April mengambil napas. Dia tidak bisa menahan detak jantungnya yang kini naik sepuluh kali lipat ketika menceritakan kisahnya itu pada sahabatnya, Karin. "Tapi sayang, pas Logan mau cium aku, suara mama aku datang menggelegar!"

 

            "Iya, suara siapa sih yang enggak menggelegar pas bangunin kamu yang molor kesiangan untuk kesekian kalinya gara-gara mimpi kamu yang terlalu imajinatif? Mimpiin Logan Lermaaan mulu tiap malam! TIAP MALAM!" April menutup kedua lubang telinganya, suara Karin kali ini sama menggelegarnya dengan suara mamanya tadi pagi.

 

            "Rin, mimpi itu, kan, bisa jadi prediksi masa depan! Bijak-bijak memaknainya, dong! Siapa tau, kan, setelah aku lulus SMA, aku bisa ke Hollywood terus ketemu Logan Lerman, abis itu nikah, deh, sama si ganteng bintang Percy Jackson itu!" Kedua mata April menatap jauh menerawang. Dia sedang membayangkan gimana fantastisnya suasana pernikahannya nanti sama Logan Lerman, tapi otak kanan April lebih condong membayangkan suasana upacara pernikahan adat Jawa. Sekonyol apa bintang film sekeren Logan Lerman pakai setelan pakaian tradisional jawa lengkap dengan atribut kerisnya?

 

            "Stop! Udah ya, April. Kamu, tuh, udah melayang terlalu tinggi. Hati-hati ntar kalo jatuh bisa sakit banget itu. Mending kalo jatuhnya di tumpukan jerami, nah kalo di tumpukan jarum? Tulang udah patah, tubuh bolong-bolong lagi ketusuk-tusuk," celoteh Karin.

 

            "Yeee...aku, kan, terbangnya pake parasut! Dan aku akan memilih untuk jatuh ke pelukan Logan Lerman...." Baru semenit, April sudah melaju terbang lagi. Sambil memejamkan mata pula. Mungkin kalau menabrak pohon pun April tidak bisa merasakannya saking imajinatifnya. Sementara Karin hanya geleng kepala menyaksikan pemandangan di sampingnya itu. Jengah.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×