Grid.ID Networks | Kamis, 27 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Pertemuan

  • Sabtu, 16 Februari 2013 23:00 WIB

Pertemuan

Aku Reisha. Ingatanku samar tentang kejadian itu. Toni ada di sampingku, terbaring kaku tak bergeming. Suara orang yang mengerumuni menggema di kepalaku. "Panggil ambulans! Segera! Ayo cepat!" teriak mereka. Motor yang kunaiki bersama Toni rusak, mengeluarkan kebulan asap hitam yang di mataku berbentuk seperti malaikat pencabut nyawa. Aku tidak melihat apa yang menabrakku dan Toni saat itu. Pertama-tama kurasakan dentuman kencang kemudian motor Toni bergoyang hebat. Kemudian hitam.

 

            Aku adalah orang yang pendiam. Aku tidak memiliki banyak teman. Aku tipikal cewek murung yang tidak memiliki daya tarik sama sekali. Berbeda dengan Toni yang merupakan cahaya. Ia adalah kapten tim futsal dan wakil ketua OSIS. Aku yakin banyak cewek yang mendekatinya. Tetapi ia memilihku, ia tetap di sampingku walau aku seperti ini. Ia tetap bersamaku sampai ajalnya tiba.

 

Dua minggu setelah kejadian tersebut, aku memberanikan diri untuk datang ke sekolah. Tapi yang kulakukan hanya menyendiri. Aku masih teringat Toni, tentu aku tidak bisa melupakannya. Senyumannya, perhatiannya, pelukannya. Aku sangat merindukannya.

 

"Hei, kalian tahu tentang hantu yang suka muncul di jalan dekat sekolah kita? Katanya itu adalah siswa sekolah kita yang baru saja meninggal!" ujar Grace di depan kelas. Suara dalam kelas membahana, menandakan mereka tertarik untuk melihat siapa sosok hantu tersebut. Begitu pula aku. Aku tertabrak di jalan dekat sekolah. Hantunya murid sekolahku. Itu pasti Toni! Aku ingin bertemu dengannya.

 

Dibekali rasa ingin tahu dan ingin bertemu, aku memberanikan diri untuk melewati jalan itu sekali lagi. Di dalam hati aku sangat takut. Aku tidak mau kejadian hari itu kembali masuk ke pikiranku secara paksa. Sekarang aku di gerbang sekolah. Aku harus segera memilih jalan mana yang harus kulewati hari ini. Ke kanan, atau ke kiri tempat kejadian itu terjadi. Siswa-siswa lain mulai keluar gerbang. Aku berdiri terdiam dan berpikir mana jalan yang harus kulewati. Dan akhirnya kuputuskan, untuk hari ini aku lewat jalan kanan.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×