Grid.ID Networks | Jumat, 21 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Saban Matahari Bakal Purna

  • Sabtu, 27 April 2013 23:00 WIB

Saban Matahari Bakal Purna

Beliau adalah Mak Ujah, janda tua yang ditinggal mati suaminya yang bertugas dalam mempertahankan negara. Rumahnya berada tak jauh dari rumahku sehingga selalu terlihat dari muka toko kainku. Saban matahari bakal purna, Mak Ujah selalu menyapu dan membersihkan rerumputan liar di halaman rumahnya yang luas. Seolah berusaha membuat rumahnya terlihat bersih dan terawat walau sebenarnya rumah itu sudah reot.

 

            Tak jarang aku berniat untuk membantu Mak Ujah. Sayangnya beliau selalu menolak dan berkata bahwa tubuhnya masih kuat untuk melakukannya. Namun aku yang terlahir dengan dasar anak yang keras kepala seringkali tak menghiraukan larangan beliau untuk membantu. Kadang aku langsung mencucikan piring kotor dan menanakkan nasi di pawon.

 

            Bukannya aku sombong dan ingin dipuji, aku hanya merasa iba saat melihat orang serenta Mak Ujah harus melakukan pekerjaan rumah sendirian. Mencuci baju di sungai, membersihkan kandang kambing, mencari kayu bakar di hutan, dan juga membuat sapu lidi yang menjadi mata pencaharian Emak.

 

            Sebenarnya Mak Ujah tidak sendirian. Beliau mempunyai anak tunggal bernama Bagus Adi Santosa, nama yang bagus, bukan?

 

            Semenjak kepergian suami Mak Ujah, ekonomi keluarganya menjadi berantakan. Untuk mendapatkan sesuap nasi pun menjadi sangat sukar. Maka dari itulah, Bagus yang baru lulus SMA merasa bertanggung jawab dan menanamkan anggapan bahwa dirinya harus berhasil karena sekarang dirinyalah yang menjadi tulang punggung keluarga.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×