Grid.ID Networks | Senin, 24 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Satu Pertanyaan Untuk Tuhan

  • Kamis, 22 November 2012 23:00 WIB

Satu Pertanyaan Untuk Tuhan

Baru kali ini aku bertanya. Sebenarnya Tuhan ada di mana? Rumah-rumah berubah jadi puing, pohon-pohon tumbang, dan sisanya tinggal tangisan yang tidak berhenti terdengar. Kalau Tuhan ada, kenapa aku masih duduk sendiri di sini. Kotor dan bau. Kalau Tuhan masih ada, kenapa Dia tidak menolong aku?

 

            Di antara jerit tangis yang berderai, aku membenamkan wajahku. Tidak tahu harus bagaimana. Ayah sedang di luar kota ketika ini terjadi. Ibu bahkan belum terlihat sejak air itu menghancurkan semuanya. Semoga Tuhan masih ada dan membrikan kesajaiban.

 

            Ibu dan Ayahku.

***

 

            Waktu berjalan lambat sekali pun orang-orang silih berganti lewat di hadapanku. Ada yang peduli, ada yang tidak. Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang. Kata orang-orang, tanggul di dekat rumahku jebol. Sesimpel itu. Dulu-dulu kejadian tanggul jebol juga sering terjadi. Belakangan aku baru mengerti kalau kejadian yang dulu bukannya tanggul jebol, melainkan tanggul bocor. Karena, kejadian tanggul jebol harusnya memiliki efek seperti ini, mengancurkan semuanya. Hidupku, senyumku, juga harapanku.

 

            Lalu Tuhan di mana sekarang?

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×