Grid.ID Networks | Minggu, 23 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Sebiji Kopi Yang Terbang Ke Amerika

  • Minggu, 16 Desember 2012 23:00 WIB

Sebiji Kopi Yang Terbang Ke Amerika

Langkah Uli seperti ragu memasuki peralatan sebuah stasiun radio yang pekan ini dijadikan salah satu stand pendaftaran ajang pemilihan girl ambassador untuk sebuah produk multivitamin remaja. Di tangannya, tergenggam map besar yang berisi setumpuk sertifikat lengkap dengan piagam-piagam hasil kerja kerasnya mengikuti berbagai perlombaan sejak ia masih TK, hingga sekarang saat ia duduk di bangku SMA.

 

            Suasana yang ramai membuat mental Uli makin menciut. Ternyata yang berminat mengikuti kompetisi ini tidaklah sedikit. Segerombolan cewek dengan bodi sempurna ala Paris Hilton lewat di depan Uli sambil cekikikan. Kelihatannya mereka baru selesai mendaftar dan terlihat amat percaya diri sekali. Uli jadi minder.

 

            "Elo tuh cewek paling berbakat yang pernah gue kenal. Langganan juara karya tulis, gape cas cis cus Inggris, pernah juara olimpiade astronomi, dan berkal-kali jadi juara matematika. Kurang apa lagi? Kans menang lo besar, Li! Lo enggak punya alasan untuk enggak ikut event ini!" kata-kata Kenya sahabatnya kembali terngiang. Perlahan api semangat pun mulai menjalari pikirannya. Benar apa kata Kenya, sudah saatnya gue perlihatkan pada seluruh isi dunia ini, siapa gue sebenarnya! Batin Uli berusaha memantabkan dirinya sendiri.

 

            Uli pun melangkah memasuki gedung utama. Di pintu masuk, ia di sambut oleh seorang satpam.

 

            "Maaf mbak, hari ini kantor kami sedang ada acara. Kalau mbak mau ambil hadiah kuis bisa kembali besok pagi," sapa satpam itu dengan tersenyum.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×