Grid.ID Networks | Senin, 24 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Senyum Bunga Matahari

  • Sabtu, 31 Agustus 2013 23:00 WIB

Senyum Bunga Matahari

Suara Bunda terdengar sampai padaku meskipun jarak kami terpisah sekitar lima belas meter. Aku yang di pekarangan rumah sayup-sayup mendengar suara ekspresif Bunda yang sedang menceritakan tentang putri tunggalnya, Yuri. Mungkin beliau sedang kedatangan kerabat yang ingin membeli salah satu koleksi bunganya di toko. Ah tapi, setelah kucoba untuk menjelikan pendengaranku, kenapa di ujung kalimat Bunda terdengar seperti melibatkanku di dalamnya?

 

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki mendekat padaku. Bunda bersama dua orang di belakangnya, seorang anak lelaki dan seorang wanita paruh baya. Anak lelaki tersebut membawa sebuah tas besar yang berisi gitar di dalamnya, mungkin anak ini sebaya dengan Yuri. Sementara si wanita mengenakan pakaian resmi dengan tas tangan di lengan kanannya, siapa pun bisa menduga bahwa wanita tersebut adalah ibu dari anak lelaki di sebelahnya.

 

"Ini adalah salah satu koleksi kami, Yuri suka sekali melukis di sini. Menurutnya, tempat ini banyak memberinya inspirasi," ujar Bunda bangga memperlihatkan pekarangannya yang penuh dengan bermacam-macam tumbuhan. "Oh ya Adit, kalau tidak salah ibumu tadi menyebutkan nama sekolahmu sekarang, sepertinya kamu satu sekolah dengan putri Tante."

 

Anak lelaki itu mengangguk setelah Bunda mengucap nama sekolahnya. Sekolah yang sama dimana Yuri juga belajar di dalamnya.

 

"Sudah kenal dengan Yuri?"

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×