Grid.ID Networks | Minggu, 23 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Takut

  • Sabtu, 18 Januari 2014 23:00 WIB

Takut

Nino berjalan sendirian di tengah lalu lalang murid yang mengganas menyambut waktu istirahat. Ia sesekali nyengir pada orang yang dikenalnya dan melangkahkan kaki menuju ruang meditasinya, perpustakaan.

 

Setiap hari Nino mengunjungi ruangan penuh buku ini, sampai-sampai guru perpustakaannya hafal namanya. Kadang temannya, Lola, bercanda, "Loe itu tiap hari ke perpustakaan, emang loe pacaran sama siapa, sih, di sana, enggak bosen-bosen. Sama lemari? Atau Pak Supri, si librarian?" Memang ia tidak pernah bosan mengunjungi perpustakaan yang hening ini, karena di sini ia bisa merasa bebas, tidak ada yang perlu ditakuti.

 

Ya, Nino adalah anak yang kurang berani. Ia takut pada bermacam-macam hal, mulai dari  serangga, gelap, hantu, hingga dirinya sendiri. Kadang Nino takut bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan apa-apa, mau jadi apa dia nanti saat dewasa. Ketakutannya ini kadang terlampau konyol di mata orang lain, membuat Nino kadang merasa minder.

 

Ia takut gagal, takut akan pendapat orang lain tentangnya, dan akhir-akhir ini ketakutannya bertambah lagi. Nino takut pada perasaannya sendiri. Ia sekarang duduk di kelas 9 dan selama 4 tahun ia telah menyukai seseorang namun terlalu takut untuk mengakuinya.

 

Mungkin karena ia memang pada dasarnya takut akan pendapat teman-temannya mendengar hal ini, atau mungkin karena ia takut untuk menyukai orang ini. Nino sendiri heran kenapa dari sedemikian banyak 'ikan' di lautan sekolahnya, ia memilih menyukai 'ikan' yang satu ini.

 

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×