Grid.ID Networks | Senin, 24 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

When We Talk About Namja*

  • Jumat, 28 November 2014 00:00 WIB

When We Talk About Namja*

"Arlan itu sekarang biasa saja," dengusku saat Fia dan Sandra mulai antusias menceritakan Arlan. Menceritakan prestasi terkini yang didapati Arlan, yaitu menang lomba debat bahasa Inggris.

 

"Helloo! Arlan yang lo puja-puja waktu awal kelas sebelas sekarang lo bilang biasa aja?! Muna' banget lo." Fia memasang tampang tak suka.

 

"Kebanyakan saingan kali. Lo nyerah untuk  ngedapetin dia."

 

Aku mendengus kesal. "Did you know?" aku tiba-tiba menarik nafas. "He has everything. And I don't like it."

 

"Lah, justru itu yang bikin semua orang menyukainya." Sandra tiba-tiba mengernyitkan dahi. "Jangan bilang lo udah putus asa karena sampai detik ini cuma bisa jadi secret admirer-nya dia?"

Aku menyeruput mocca float sampai habis. Membiarkan sindiran Fia dan Sandra yang mengarah kepadaku mengenai kemunafikanku yang tiba-tiba tak berminat membahas mengenai Arlan. Diam-diam aku menyimpan senyum tipis penuh rahasia.

Reporter : Astri Soeparyono
Editor : Astri Soeparyono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×