TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
Love,life & Sex Education

Dear Para Cewek Bertubuh Gemuk, Kita Enggak Salah. Kita Boleh Kok Merasa PD & Mencintai Tubuh Ini

  • Astri Soeparyono
  • Posted on : Jumat, 17 Februari 2017

Oops, sorry!

Sebagai cewek yang bertubuh curvy atau gemuk, ya pokoknya enggak langsing, deh, saya sering banget ditanya "Kapan mau kurus?", "Kok tambah bulet aja?", "Kok kamu enggak kurus-kurus sih?" dan lain sebagainya. Mulai dari yang cuma iseng basa-basi, beneran ingin nyindir, atau mungkin emang serius nanya ingin tahu. Tapi yang pasti, apa pun alasannya, pertanyaan itu sering kali bikin saya, atau mungkin cewek berbadan enggak langsing lainnya merasa yaah, kesel lah. Meski biasanya ditanggepin dengan ketawa atau senyam-senyum doang, aslinya sih, pasti ada aja rasa kesal atau jadi kepikiran, yang akhirnya menimbulkan rasa insecure lalu jadi enggak PD mempertanyakan diri sendiri. Walau pun sekarang, saya sudah jauh lebih cuek soal ini, dibandingkan dulu ketika remaja, yang memang gampang banget jadi insecure gara-gara pendapat atau kata-kata orang.

 

Selanjutnya, muncul pertanyaan, "Kenapa sih cewek 'harus' selalu kurus atau langsing bair dianggap normal atau ideal?". Pertanyaan yang mungkin akan mendatangkan banyak jawaban yang berbeda. Mulai dari yang mendukung seperti “Iyalah, biar enak dilihat” atau yang bertentangan seperti “Kata siapa? Enggak kok!”. Terlepas dari jawabannya apa, kita ennggak bisa memungkiri bahwa sering kali ada tuntutan tersendiri bagi cewek untuk punya tubuh yang kurus (maksudnya ideal, enggak gemuk tapi juga enggak terlalu kurus, atau sering disebut langsing). Yang menurut saya, jauh lebih keras kalau dibandingkan terhadap cowok. Bahkan, diri saya sendiri pun sebenarnya seringkali memunculkan tuntutan itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang memang harus dipenuhi.

 

Cewekbanget.Id sendiri sempat mengadakan survei terhadap 255 cewek berusia 12-18 tahun di Jabodetabek tentang bagaimana mereka melihat tubuh mereka dan tubuh orang lain di media sosial. Ini dia hasilnya:

 

69% mengaku kadang mengkritik atau merasa kurang pede dengan tubuh sendiri. Kususnya kalau lagi foto bareng teman-teman, karena merasa fisik teman-teman lebih kece.

 

Ketika melihat cewek dengan tubuh enggak ideal posting foto di medsos memakai pakaian seksi, 75% cuek saja, enggak komen tapi merasa enggak suka. 20% enggak berkomentar tapi langsung bergosip sama teman. 5% lainnya langsung komentar mengungkapkan rasa enggak suka.

 

Seperti apakah bentuk tubuh ideal itu?

42% menjawab tubuh yang proporsional dan atletis, enggak gemuk tapi enggak terlalu kurus.

22% bilang terserah, yang penting sehat dan orangnya merasa nyaman.

19% menjawab tubuh ideal itu kurus seperti model.

17% bilang tubuh ideal itu agak berisi di bagian-bagian tertentu, seperti dada, pinggul dan bokong.

57% responden mengaku lebih enggak suka melihat cewek yang terlalu kurus, sementara 39% responden mengaku lebih enggak suka melihat cewek yang kelebihan berat badan.

 

Jadi memang hampir semua cewek atau bahkan cowok di dunia menganggap kalau cewek yang ideal atau normal itu adalah cewek yang bertubuh langsing, dan stigma itu sulit banget dihilangkan. Meski pun tentu saja, banyak cewek yang bertubuh curvy atau gemuk atau bahkan yang sangat kurus (skinny), sudah enggak mau ambil pusing lagi tentang tuntutan itu. But still, it always there.

 

Lihat aja 10 iklan di bawah ini yang melakukan body shaming dengan mengharuskan cewek mempunyai tubuh yang langsing dan sempurna. Kalau saya sih lumayan kesal lihatnya. Kamu?

 

Stigma Tentang Body Image

Dari hasil itu, kita bisa lihat ada stigma di masyarakat dunia, kalau cewek yang berbadan kurus atau ideal itu lebih cantik dan lebih menarik. Media pun berperan besar dalam menumbuhkan stigma ini, karena mereka selalu memotret bahwa cewek yang cantik dan menarik adalah cewek yang bertubuh langsing, dengan perut rata, paha dan kaki jenjang. Dan ini sudah terjadi selama puluhan bahkan ratusan tahun. Coba aja cek berbagai perubahan bentuk tubuh ideal bagi cewek dari masa ke masa ini. Meski tubuh berisi sempat jadi ideal tapi semuanya masih bisa dibilang kurus. Apa yag dipotret media ini pun secara enggak sadar jadi sebuah konsep tentang bentuk tubuh atau body image yang ideal bagi hampir semua orang. Termasuk bagi saya.

 

Saya sendiri mempunyai tinggi banda 159 cm dan berat badan 67- 65 kg, suka naik turun. Tapi ya segitu doang enggak banyak turunnya. jelas dong bukan tubuh yang langsing atau ideal. Lalu, apakah saya ingin kurus? Ya, tentu aja. Bohong kalau saya bilang saya enggak pernah merasa insecure atau khawatir dengan berat badan dan bentuk tubuh saya. Apalagi saya mulai gemuk waktu remaja, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya. Masa di mana kita lagi puber, sering merasa insecure dan mikirin banget semua pendapat orang tentang kita.

 

Kita merasa semua orang memerhatikan segala sesuatu, temasuk tentang perubahan fisik (foto: tumblr.com).
Kita merasa semua orang memerhatikan segala sesuatu,
temasuk tentang perubahan fisik (foto: tumblr.com).

 

Kalau menurut psikolog Verauli, masa remaja ini, adalah masa di mana kita mengalami yang namanya distorsi kognitif (cara berpikir yang berlebihan atau enggak masuk akal) yang memicu munculnya egosentris hingga memicu munculnya personal fable. Jadinya merasa kalau kita selalu ada di bawah sorotan dan bahwa semua orang selalu memerhatikan segala sesuatu tentang kita, temasuk tentang perubahan fisik. Tentunya saya sempat merasa enggak PD, kesal sendiri karena susah cari baju dan merasa iri dengan teman-teman cewek lainnya yang tubuhnya lebih kurus atau ideal. Soalnya mereka bisa dapat dan pakai baju apa aja yang mereka mau dan enggak usah pusing mikirin takut kesempitan atau kelihatan gemuk. Diejek pun pasti pernah, walaupun konteksnya bercanda. Syukur belum pernah mengalami yang benar-benar di-bully atau dihina hingga sakit hati dan stres.

 

Mungkin karena, saya dikelilingi oleh teman dan orang-orang yang enggak terlalu ambil pusing dengan bentuk tubuh atau berat badan. Atau mungkin karena waktu saya masih remaja, medsos, yang sekarang jadi wadah bagi orang-orang untuk melakukan body shaming, belumlah semaju sekarang. Paling bercandaan teman-teman yang mangging ‘si gendut’ atau kadang para orang tua yang suka bilang “Duh anak perawan kok badannya gini, kayak ibu-ibu.” Itu udah pasti bikin bete banget sih. Tapi ya, saya enggak pernah terlalu ngambil pusing soal itu. Apalagi seiring berjalanannya waktu, alias semakin kita dewasa, orang-orang di sekitar kita pasti bersikap lebih dewasa, kok. Masalah tubuh gemuk atau lainnya udah enggak jadi poin yang disorot untuk jadi bahan ejekan. Jauh lebih baik dari masa remaja. Jadi kalau ada di antara kamu yang gemuk juga, bertahanlah dan santai aja. Jangan bikin hal itu jadi sumber stres.

 

Ada beberapa stigma tentang body image yang sering dihadapi remaja yang perlu kita tahu, klik di sini. Selain itu, keharusnya memiliki tubuh kurus dan ideal juga jadi momok besar bagi cewek-cewek di Korea Selatan. Simak dalam artikel 7 Faktor Mengejutkan Penyebab Sulitnya Hidup Sebagai Cewek di Korea Selatan.

 

 

Klik halaman selanjutnya ya!

1 2

Penulis :

  • Aisha Ria Ginanti

  • Cat, cooking and traveling. Creative Editor for Cewekbanget.id

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
v