Grid.ID Networks | Selasa, 19 September 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Kasus Bunuh Diri Pada Remaja

  • Senin, 20 Januari 2014 23:00 WIB

Kasus Bunuh Diri Pada Remaja

Bukan hanya orang dewasa yang rentan terhadap depresi. Remaja pun seringkali terkena depresi. Dan, beberapa di antaranya berakhir pada keputusan bunuh diri. Beberapa bulan belakangan, di Indonesia terdapat beberapa kasus bunuh diri yang terjadi pada remaja. Sayangnya, tidak ada penjelasan lebih lanjut di balik tindakan ini, tapi sepertinya depresi menjadi salah satu alasan kenapa banyak remaja yang memutuskan untuk bunuh diri. Semoga jumlah kasus ini enggak bertambah banyak ya, girls.

 

Dua Kasus Di Bali

Bulan Desember 2013 kemarin, di Bali, tepatnya di Buleleng, ditemukan dua kasus bunuh diri yang dilakukan oleh remaja di saat yang hampir bersamaan di tempat berbeda. Pertama, seorang remaja bernama Kadek Candra Putra Gunawan yang berusia 16 tahun meninggal karena meminum cairan potasium. Kadek Candra sempat ditemukan oleh keluarganya saat muntah-muntah dan tidak lama kemudian meninggal dunia. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan secarik kertas berisi pesan korban kepada pacarnya, Dina, agar datang ke pemakamannya.

 

Tiga jam sebelumnya, juga terjadi kasus bunuh diri yang dilakukan ketut Sutama Widiasa yang baru berumur 14 tahun. Ketut mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamarnya di Banjar Dinas Tegal, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan. Sebelumnya, diketahui kalau Ketut memukul ibunya dengan sekop. Tapi, dari hasil medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada korban sehingga ditetapkan murni sebagai kasus bunuh diri.


Bunuh Diri Karena Softlense

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 15 Januari 2014, seorang remaja 18 tahun bernama Fransiskus ditemukan bunuh diri di kamarnya di Gang Fajar IV no 5 Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Menurut orangtuanya, Fransiskus nekat bunuh diri karena orangtuanya enggak memberikan uang untuk membeli softlens. Fransiskus sebelumnya sempat dinasihati oleh tetangganya untuk tidak marah kepada orangtuanya, tapi Fransiskus bertambah murung dan mengurung diri di kamar serta enggak mau makan. Pagi harinya, Fransiskus ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.

Reporter : Marti
Editor : Marti

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×