Grid Networks | Sabtu, 26 Mei 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Orang Jomblo Udah Bosen Dengerin 6 Kalimat yang Memojokkan Ini! Kamu Pernah Mengalaminya?

  • Sabtu, 23 Desember 2017 19:15 WIB

Cewek bebas mau memilih jomblo atau punya pacar. Setuju? | foto: tvN

Jadi jomblo enggak selamanya buruk seperti yang sering dikira banyak orang kok. Malah, saat kita menikmati kesendirian dan enggak terikat komitmen dengan siapapun, kita bisa lebih fokus terhadap hal sekitar dan lebih bisa mengenal diri sendiri.

Sayangnya, banyak orang yang mengasihani kita, seakan-akan kita menderita punya status jomblo. Sampai muncullah kalimat-kalimat memojokkan yang bersifat memaksa kita untuk lekas mencari pacar. Punya pacar, nyatanya, belum tentu segalanya yang kita butuhkan kok. Selain itu, kita juga punya pertimbangan dan alasan masuk akal kenapa memilih menjomblo.

Kalimat-kalimat seperti apa sih yang sering memojokkan kita? Ini dia 6 kalimat umum yang orang jomblo udah capek dengerin.

(Baca juga: 7 Jurusan yang Paling Banyak Diminati Generasi Z. Ada yang Tertarik?)

“Terlalu pemilih sih.”

undefined
foto: dramabeans.com
Wajar kalau setiap orang punya fase memilih orang yang tepat untuk bisa masuk ke dalam kehidupan mereka. Seperti mencari pacar, jelas enggak harus asal-asalan dong. Apalagi kalau kita dulu pernah mengalami hal buruk dalam hubungan dan enggak pengin kejadian itu terulang lagi.

“Standar lo ketinggian.”

Bukannya punya standar yang tinggi, tapi memilih orang yang tepat memang bukan pekerjaan yang gampang. Tapi percaya deh, kita yang disebut punya standar tinggi, sebenarnya enggak hanya pengin punya pacar yang berkualitas, tapi di saat bersamaan juga membentuk diri kita menjadi pribadi dengan kualitas yang baik sampai pada akhirnya nanti ketemu dengan dia.

“Coba deh buka hati lo.”

undefined
foto: dramabeans.com
Kapan kita siap untuk membuka hati, jatuh cinta, dan punya hubungan serius, adalah keputusan kita sendiri untuk menentukannya. Karena kita memiliki timeline tersendiri, jadi kita pasti lebih tahu kapan saat itu tiba.

Reporter : Indra Pramesti
Editor : Indra Pramesti

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×