TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
Love,life & Sex Education

Pikiran Untuk Bunuh Diri Datang Tanpa Disadari & Sering Dianggap Remeh. Waspada Sebelum Terlambat

  • Aisha Ria Ginanti
  • Posted on : Kamis, 23 Maret 2017

Bunuh diri bukanlah solusi

Yakinlah kalau semua ada jalan keluarnya

Jika kita mengalami beberapa kondisi psikologis yang memicu munculnya pikiran bunuh diri, jangan pernah membiarkannya gitu aja. Kita mungkin merasa sudah putus asa dan enggak berdaya, lalu yakin bahwa jalan untuk menyelesaikan masalah adalah dengan bunuh diri. Tapi itu salah besar. Bunuh diri bukan dan enggak akan pernah jadi solusi untuk masalah apa pun. Menurut Mira, dari berbagai kondisi dalam hidup yang perna kita alami, orang yang punya pemikiran ingin bunuh diri enggak pernah mengalami kondisi mati, sehingga dia menganggap itu sebagai solusi satu-satunya.

Namun sebenarnya hal itu enggaklah akan menenangkan diri kita. Banyak ketakutan besar yang akan melanda saat seseorang berniat untuk bunuh diri. Hal ini enggak akan pernah menjadi jalan keluar yang benar. Bayangkanlah bagaimana perasaan keluarga atau orang-orang terdekat yang pasti akan sedih dan kaget banget. Duuhh, jangan sampai, ya, girls. Pahami berbagai mitos salah tentang bunuh diri di sini, biar kita terhindar dari pikiran untuk bunuh diri.

Di Korea Selatan, negara yang angka bunuh dirinya paling tinggi, pemerintahnya sampai membuat sebuah program terapi 'mencicipi kematian' untuk mecegah kasus bunuh diri. Seperti apa? Cek aja di sini. Nah kalau kita pernah punya pikiran untuk bunuh diri, hindari dengan beberapa cara ini.

 

 

Membantu Teman/Saudara yang Punya Pikiran Untuk Bunuh Diri (berdasarka panduan dari Mira D. Amir, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan Univeristas Indonesia)

  1. Jangan menghakimi. Orang yang sedang putus asa, akan cendering lebih defensif. Menghakimi dia saat merasa sangat terpuruk dan ingin bunuh diri, justru akan bikin dia merasa makin jatuh dan enggak punya tempat untuk berbagi.
  2. Dengarkan keluhannya dengan terbuka. Orang yang sedang putus ada dan depresi berat, sebenarnya hanya butuh tempat untuk dia bercerita dan didengarkan. Ya, didengarkan tanpa harus balik menasihati atau menyuruh dia melakukan ini itu. Karena itu, dengarkan saja keluh kesah dan segala ceritanya. Gali kesedihannya, biarkan dia mengeluarkan semuanya dengan lepas.
  3. Yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja dan dia enggak sendirian. Buat dia percaya kalau kita menerima kondisi dia yang sedang terpuruk dan bahkan kita akan selalu bersedia atau ada kalau dia butuh teman cerita atau butuh bantuan. Lakukan dengan tulus dan tenang, jangan dengan asal hingga terkesan hanya basa-basi. Yakinkan kalau dia itu berharga, bahwa banyak orang di sekitar dia yang membutuhkan dan menginginkan kehadiran dia.
  4. Beri saran berupa ajakan bukan perintah atau nasihat. Jangan menghujani dia dengan nasihat dan perintah "harus begini, harus begitu" atau "Jangan begini, jangan begitu". Semua itu akan mental karean dia sudah dalam kondisi psikologis yang sangat jatuh. Daripada memerintah, lebih baik ajak dia untuk melakukan hal-hal positif yang bisa mengembalikan kepercayaan diri dia. Misalnya, ajak dia selalu aktif bekerja atau melakukan hal-hal yang produktif. Ajak dia main, jalan-jalan olahraga, temani dan jangan biarkan dia banyak mengurung diri atau sendiria.
  5. Beri perhatian lebih secara konsisten hingga kondisi dia membaik. Perhatian yang kita beri haruslah konsisten berarti enggak hanya saat itu aja. Terus kasih dia perhatian. Tanyakan kabarnya secara rutin setiap hari, ajak bersosialisasi hingga kondisi psikologis dia terlihat jauh lebih membaik. Pastikan kalau dia sudah terjauh dari pikiran untuk bunuh diri.
  6. Jika sudah dalam tahap gawat, segera minta bantuan psikolog. Kalau semua usaha di atas sudah kita coba lakukan, tapi kondisi dia enggak cenderung membaik, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional. Ajak dia konsultasi ke psikolog agar bisa segera diatasi dengan tepat. Bujuk dan yakinkan kalau pergi ke psikolog itu bukan sesuatu yang memalukan atau aneh. Bahwa hal itu adalah sesuatu yang wajar, sama halnya seperti kita berobat ke dokter kalau kita sedang sakit. Enggak ada bedanya. Hanya saja yang diobati adalah mental kita. Jika kondisi dia enggak terlalu buruk, umumnya konsultasi dengan psikolog saja sudah bisa menyelesaikannya. Namun, jika sudah mengakar bahkan merambat pada gangguan mental, kemungkinan psikolog akan merujuknya pada psikiater agar bisa segera ditangani secara medis.

 

Bunuh diri bisa dicegah

Menurut Mira, kasus bunuh diri sangat bisa dicegah dan dihentikan dengan peran serta kita bersama sebagai masyarakat. Jangan pernah menganggap mereh orang yang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri atau orang yang menderita gangguan mental karena depresi. Soalnya hal ini bukan sesuatu yang remeh dan main-main. Beri perhatian lebih pada hal ini, khususnya bagi orang-orang terdekat kita, jangan sampai terlambat.

“Mereka merasa tertekan dan enggak berdaya untuk menolong diri mereka sendiri, karena itu kita harus membantu,” tegas Mira.

Sayangnya saat ini di Indonesia, masalah depresi, gangguan mental dan pikiran untuk bunuh diri ini memang masih kurang perhatian. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah mencoba menyediakan hotline di 500-454 untuk kita yang membutuhkan pelayanan konseling khusus tentang berbagai masalah kejiwaan. Namun saat tim Cewekbanget.id mencoba mengubunginya, sayang nomor ini enggak bisa dihubungi. Tapi jika kita sempat punya pikiran untuk bunuh diri atau ada orang tedekat kita yang mengalaminya, kita bisa banget coba konsultasi dengan yayasan  Into The Light Id.

Yang pasti, semua orang pasti pernah mengalami masalah yang berat, stres bahkan mungkin mengalami depresi pada satu titik. Kita boleh merasa sedih atau mungkin marah, tapi jangan pernah putus asa. Selalu yakin kalau kita enggak sendiri dan akan selalu ada orang yang peduli, sayang dan bantu kita ya. Kembali dekatkan diri kita dengan orang-orang terdekat kita agar bisa terus menerima energi positif dan mereka.

 

Kita semua berharga.
Kita semua berharga.

 

Baca juga: Dalam Sehari, Ada Masanya Kita Merasa Enggak Bahagia dan Itu Wajar Kok

1 2 3

Penulis :

  • Aisha Ria Ginanti

  • Cat, cooking and traveling. Creative Editor for Cewekbanget.id

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×