Grid Networks | Selasa, 21 November 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Seperti Kang MoYeon di Descendants of The Sun, Ini Kisah Dokter Cewek yang Bekerja di Daerah Perang

  • Selasa, 24 Oktober 2017 16:37 WIB

Seperti Kang MoYeon di Descendants of The Sun, Ini Kisah Dokter Cewek yang Bekerja di Daerah Perang

Di salah satu episode Descendants of The Sun, diceritakan kalau Kang Mo Yeon ditugaskan ke daerah terpencil yang membutuhkan bantuan dokter. Daerah fiktif itu bernama Uruk.

Dalam kehidupan nyata, memang ada dokter yang sengaja bertugas di daerah konflik. Mereka dinamakan Doctor Without Borders.

Doctor Without Borders ini merupakan organisasi nonprofit internasional di bidang medis yang mendukung akses kesehatan di daerah konflik.

Daerah konflik enggak semata daerah perang aja, tapi juga daerah yang terkena bencana alam, daerah dengan banyak anak-anak mengalami malnutrisi atau di tempat penampungan untuk korban kekerasan seksual. Salah satu organisasi yang menangani hal ini adalah MSF (Medicine Sans Frontières ).

Cewekbanget,id beruntung banget nih bisa ngobrol langsung dengan Rangi Wirantika, salah satu dokter yang tergabung dengan MSF dan sudah pernah ditempatkan di Pakistan dan Yaman. Yuk baca cerita dari Dokter Rangi soal profesinya ini. Inspiratif banget, girls.

Sejak SD, Sudah Pengin Bekerja di Bidang Kemanusiaan

“Perang Kosovo, itu yang bikin aku pertama kali pengin bekerja di bidang kemanusiaan. Waktu itu aku menonton Dunia Dalam Berita, dan di sana aku melihat para pengungsi Perang Kosovo sedang berjalan menuju Eropa di tengah musim dingin, ada ibu-ibu dan anak-anak.

Itu seperti Aha-Moment buatku, karena aku tahu akan jadi apa. Yaitu kerja di bidang kemanusiaan yang bisa membantu para pengungsi ini.

Ketika SMA, temanku bilang kalau aku bisa bergabung dengan Doctor Without Borders. Karena itulah, aku masuk kuliah kedokteran karena tujuanku adalah bergabung dengan Doctor Without Borders.

Banyak pertanyaan datang padaku, kenapa, sih, aku mau kerja kayak gini? Tapi pertanyaannya, kenapa enggak? Di sana enggak ada siapa-siapa, dan mereka butuh bantuan. Pelayanan kesehatan di daerah konflik itu sering tutup. Jadi, kalau bukan kita, siapa lagi yang menolong mereka?

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×