Grid Networks | Senin, 23 April 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Usia Remaja Saatnya Untuk Belajar & Mengembangkan Potensi Diri, Bukan Untuk Menikah

  • Senin, 16 April 2018 17:54 WIB

Yuk kita tolak praktik pernikahan dini | .

Bicara soal pernikahan, ada dua hal yang harus kita pahami, yaitu:

undefined
Bicara soal pernikahan, harus memperhatikan hal ini
“Keduanya harus sejalan. Ketika dia merasa siap untuk menikah dengan orang yang dicintai, tapi usianya belum mencukupi, itu berarti belum seharusnya dia menikah. Atau dia menikah dengan tujuan lain, seperti tidak ingin sendiri, itu termasuk motif pernikahan negatif,” beber Veraa.

(Baca juga: 8 kisah tragis cewek modern yang harus menderita karena dilahirkan sebagai perempuan)

Usia Remaja Saatnya Mengembangkan Diri, Bukan Menikah

Karena itu, pernikahan bukanlah hal sepele yang bisa kita putuskan dalam waktu sesaat. Terlebih di usia remaja, ketika seharusnya pernikahan bukan menjadi hal yang seharusnya menyita perhatian kita.

Remaja merupakan saatnya kita mencari identitas diri, saatnya memahami dan mengenal siapa diri kita yang sebenarnya. Karena itu, sudah seharusnya kita memanfaatkan masa ini untuk benar-benar memahami dan bisa mengerti diri kita sepenuhnya.

“Di usia remaja, itu saatnya kita mengerti strength dan weakness yang kita miliki. Dengan memahami kekuatan, itu artinya kita bisa mengembanhkannya sehingga kita pun tumbuh menjadi individu yang independen,” jelas Vera.

Atau dengan kata lain, usia remaja itu saatnya kita belajar dan mengembangkan potensi diri, bukan menikah.

Dan sebagai seorang individu, kita berhak menolak jika dipaksa untuk menikah. “Pernikahan usia anak adalah pelanggaran terhadap hal anak. Hal ini sanagt memengaruhi anak perempuan dan membahayakan kehidupan serta mata pencaharian mereka. Dengan melindungi anak perempuan dari perkawinan usia anak, mereka akan memiliki kesempatan bertahan dan berkembang jadi lebih baik,” jelas Gunilla Olsson, Kepala Perwakilan UNICEF, seperti dikutip dari jurnas.com.

Seperti Sanita Rini, yang menolak dengan tegas ketika akan dinikahkan oleh orangtuanya ketia dia berusia 13 tahun. Baca cerita soal Sarita selengkapnya di sini.

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×