Grid Networks | Senin, 23 April 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Belajar dari Kasus Murid Menganiaya Guru Hingga Tewas, Kenapa Anak Bisa Bersikap Agresif & Berbuat Kekerasan?

  • Rabu, 14 Februari 2018 16:36 WIB

dok. cewekbanget.id | .

Sebagai tempat menuntut ilmu, seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman. Namun, tidak bisa dielakkan kalau kasus kekerasan justru terjadi di sekolah. Bentuknya beragam, antara guru ke siswa, siswa dengan sesama siswa, dan ada juga dari siswa ke guru.

Dari data yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2015, terdapat 127 siswa yang menjadi korban kekerasan dan 64 siswa yang menjadi pelaku kekerasan.

Awal Februari ini, kita dikejutkan dengan kematian seorang guru oleh anak muridnya di Sampang. Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi di Indonesia.

Sebelumnya, kita lihat kembali kasus kekerasan yang dilakukan oleh murid kepada guru di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

(Baca juga: fakta tentang game 'Pukul Guru Anda' yang viral> Ngeri banget)

undefined
dok. cewekbanget.id
Angka ini tergolong besar, dan jika ditelusuri, penyebabnya umumnya hampir sama. Siswa yang tidak terima dengan perlakuan guru sehingga emosinya tersulut.

Emosi yang tidak bisa dikendalikan ini membuat siswa akhirnya berbuat nekat. Ada yang memukul guru, bahkan menyebabkan kematian. Namun pertanyaannya, kenapa anak bisa melakukan tindakan agresif seperti ini?

(Baca juga: ketika ada guru yang menganiaya murid dan melakukan kekerasan di sekolah)

Bentuk Pelampiasan Emosi Negatif

Ketika berada di masa pertumbuhan, kita seringkali mengalami masalah emosional. Hal ini bisa menumpuk di dalam pikiran sehingga lama-lama akan membuat remaja menjadi frustasi. Rasa frustasi ini pun diluapkan dalam banyak hal, seperti marah-marah, mengamuk, atau justru diam dan memendamnya sendiri.

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×