Grid Networks | Selasa, 21 November 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Di Balik Viralnya Berita Hoax, Kenapa Informasi Salah Ini Bisa Menyebar Cepat?

  • Minggu, 27 Agustus 2017 10:15 WIB

Jangan Sampai Kita Jadi Korban atau Pelaku Penyebar Berita Hoax | www.flickr.com

Grup Saracen, mungkin kita akrab dengan nama ini karena sedang menjadi sorotan. Grup ini baru saja ditangkap oleh polisi karena terbukti menyebarkan berita hoax di media sosial. Malah, grup ini sudah terorganisir dengan rapi, bahkan menawarkan jasa untuk menyebarkan berita hoax yang bertujuan merusak citra seseorang atau sekelompok orang tertentu.

 

Ini bukan pertama kalinya polisi menangkap pelaku penyebar berita hoax. Di sepanjang 2017 saja, beberapa nama sempat harus berurusan dengan polisi terkait hal tersebut. Bukan saja di Indonesia, terhitung hingga Februari 2017, Kepolisian Sarawak, Malaysia, sudah menangkap sepuluh pelaku penyebar berita hoax. Di negara lain pun juga banyak beredar berita hoax yang kebenarannya dipertanyakan tapi sayangnya bisa dengan mudah dipercayai orang lain.

 

Berbeda dengan grup Saracen, pelaku lebih banyak di tingkat pribadi. Tujuan mereka menyebarkan berita hoax pun beragam. Ada yang sebenarnya tidak begitu paham atau hanya mendengar ucapan selintas lalu menyebarkan informasi salah. Ada juga yang demi kepentingan ekonomi.

 

Sebagai contoh, berikut beberapa kasus penyebar berita hoax yang sampai ke tangan polisi.

undefined
Contoh Pelaku Penyebar Berita Hoax yang Ditangkap Polisi

(Lihat di sini kenapa kita bisa jadi korban berita hoax)

Penyebar Berita Hoax, Hukuman Serius

Berita hoax enggak bisa dianggap sepele karena dampak yang dihasilkan sangat besar. Sebuah informasi yang salah bisa menimbulkan keresahan. Misalnya berita soal kasus penculikan anak. Tentu saja masyarakat jadi tidak tenang karena tahu di lokasi tempat tinggalnya ada orang jahat yang mengincar anak mereka.

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×