Grid Networks | Senin, 23 April 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Selain Penembakan di Florida, Ini 4 Kasus Penembakan di Sekolah di Amerika Lainnya yang Mengejutkan

  • Senin, 19 Februari 2018 13:41 WIB

Foto: businessinsider.com | .

Pernah kebayang enggak, sedang serius belajar di sekolah, tiba-tiba ada seseorang melepaskan tembakan dan membuat keadaan jadi panik?

Di Amerika, serangan seperti ini bisa terjadi di mana saja, termasuk di sekolah. Hal ini berkaitan dengan rendahnya larangan penggunaan senjata api di sana, sehingga siapa saja bisa memiliki senjata api.

Yang terakhir terjadi di Marjorie Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, Amerika Serikat. Penembakan masal ini menewaskan 17 orang dan menjadi salah satu kasus penembakan paling mematikan di sepanjang sejarah Amerika.

Mantan siswa di sekolah tersebut, Nikolas Cruz membunuh 17 orang yang berada di sekitar lokasi kejadian. Pada waktu kejadian, sekitar pukul 14.19 ia datang dengan senapan AR-15 dan mulai menembaki orang-orang di daerah tersebut.

Beberapa guru dan siswa yang berada di lokasi kejadian meninggal karena kekejaman Cruz.

undefined

Mirisnya, hal ini sering banget terjadi di negara itu. Selain penembakan di Florida, ini 4 kasus penembakan di sekolah di Amerika Lainnya yang mengejutkan.

(Baca juga: Pelajaran dari Kasus Rusaknya SUGBK Oleh Supporter Bola & Cara Menanggulangi Supaya Enggak Terulang Lagi)

Sandy Hook Elementary School Shooting

Kejadian ini terjadi Desember 2012 di Sandy Hook Elementary School, Newton, Connecticut. Penembakan ini juga salah satu peristiwa kelam di sejarah Amerika.

Pelakunya, Adam Lanza, menembak 20 orang di sekolah ini yang terdiri dari murid berumur 6 -7 tahun dan staf sekolah.

Sebelumnya, dia juga menembak ibunya yang berada di lingkungan itu, dan menuju Sandy Hook Elementary School. Adam akhirnya bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

(Baca juga: belajar dari kasus murid menganiaya guru hingga tewas, kenapa remaja susah mengontrol emosi?)

Virginia Tech

Penembakan ini terjadi pada April 2007 dan sampai saat ini masih menjadi salah satu kasus penembakan di institusi pendidikan yang menyedihkan di sejarah Amerika.

Seung Hui Cho melakukan dua kali serangan dalam jeda waktu dua jam sebelum akhirnya bunuh diri. Tindakannya ini menewaskan 32 orang dan 17 orang luka-luka.

Kejadian ini membuat pemerintahan Virginia memberlakukan larangan pembelian senjata api bagi seseorang yang dinyatakan tidak stabil mentalnya.

(Baca juga: yuk berhenti membuat orang yang melakukan hal enggak penting jadi terkenal)

Columbine High School Massacre

Terjadi tahun 1999 lalu, penembakan masal ini terjadi di Columbine High School, Columbine, sebuah daerah di negara bagian Colorado.

Pelaku penembakan, dua orang murid senior, Eric Harris dan Dylan Kleibold, menembak di sekolah ini dan menewaskan dua belas orang siswa dan satu orang guru, serta 21 orang lainnya luka-luka.

Selain menyoroti soal kepemilikan senjata api dan hukum pembelian senjata api, kasus ini juga menyotori soal bullying di sekolah.

(Baca juga: belajar dari kasus pembunuhan sekeluarga, ini alasan kenapa dibutuhkan komunikasi yang efektif dalam keluarga)

Kejadian ini kembali memunculkan tekanan untuk memperketat ketentuan hukum dan kepemilikan senjata api di Amerika. Siswa di Parkland dan sekolah lain sampai melakukan aksi damai dan menyuarakan isi hati mereka kepada pemerintah agar lebih memperketat hukum ini.

Ini curahan isi hati Emma Gonzales, salah satu yang selamat dari penembakan di Florida.

(Baca juga: 9 negara yang memperlakukan perempuan dengan tidak adil)

Reporter : Kinanti Nuke Mahardini
Editor : Kinanti Nuke Mahardini

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×