Ketertarikan dan kebutuhan yang terus meningkat dalam hal kecantikan membuat profesi beautypreneur jadi sangat menjanjikan.

Prestasi:
Forbes 30 Under 30 Asia, kategori Retail & E-commerce

Bersama rekannya, Ninda Ramandiani, Merrie mendirikan BloBar Salon pada 2014. Salon yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan ini fokus pada jasa pengecatan rambut dan dikenal sebagai pionir pewarnaan rambut ombre di Indonesia.

“Berawal dari proyek kampus, aku terpikir untuk membuat bisnis yang sesuai dengan minatku, yaitu kecantikan. Aku pilih rambut karena perawatan rambut akan selalu diminati. Dalam sehari BloBar bisa kedatangan 5-10 tamu dan dalam sebulan penghasilan bisa mencapai puluhan juta. BloBar berhasil balik modal dalam waktu sembilan bulan.”

Prestasi:
Sociolla punya ±200 merek & ±7000 produk, usaha berkembang dengan menghadirkan marketplace (Beautylink) dan media (BeautyJournal)

Bersama rekannya, Chrisanti meresmikan e-commerce Sociolla sejak Maret 2015. Ketika launch, Sociolla sudah memiliki sekitar 50 merek dan 1,500 produk makeup yang didapat langsung dari distributor resmi.

“Ide untuk memulai Sociolla muncul karena aku mengalami kesulitan mencari produk beauty di Indonesia. Pilihan terbatas dan jarang bisa didapatkan secara online dari website yang terpercaya.”

Prestasi:
Omzet hingga 10 juta dan memproduksi skincare lebih dari 50 unit per bulan.

Divanda memulai bisnis skincare organik sejak awal 2017. Memproduksi masker clay, face mist dan face oil.

“Orang-orang lagi beralih ke skincare yang natural dan organik. Meski KleiandClay termasuk baru, aku pengin dikenal sebagai brand yang memang menjadi solusi untuk masalah kulit.”

Prestasi:
Best Makeup Looks di Critics Choice Awards 2016 oleh Hollywoodlife.com, MUA di America’s Next Top Model dan majalah Vogue.

Chelsea menjadi MUA sejak tahun 2009. Pernah menjadi MUA seleb Hollywood, dan sekarang masih aktif sebagai MUA serta melakukan workshop class tentang makeup.

“Sewaktu kuliah di Amerika, aku mengisi waktu senggang dengan menjadi MUA. Aku pernah merias Chriselle Lim, Karmin, Olga Fonda, Jordan Fisher, dan banyak lagi. Aku balik lagi ke Jakarta karena pengin berbagi ilmu untuk teman-teman yang mau menjadi MUA.”

Beautypreneur berasal dari kata beauty entrepreneur. Menurut businessdictionary.com, entrepreneur adalah seseorang yang memproduksi barang atau servis yang mendapatkan keuntungan. Sehingga, Beautypreneur adalah seseorang yang memproduksi barang atau servis di bidang kecantikan.

Sejak beberapa tahun terakhir, industri kecantikan dalam negeri berkembang pesat. Tiap tahun semakin banyak produk kosmetik dan skincare lokal yang dijual di pasaran.

“Aku pengin punya bisnis lipstik soalnya cewek sekarang ini kalau ke mana-mana pasti selalu bawa lipstik. Penginnya membuat lipstik yang unik dan enggak pasaran.”

“Aku sih pengin punya bisnis skincare alami dan organik. Soalnya skincare adalah kebutuhan semua orang yang dipakai setiap hari.”

Meski 60% responden pengin menggeluti bisnis di bidang kecantikan, mereka masih ragu untuk memulainya.

“Dulu sempat kepikiran pengin punya salon atau spa tapi bingung gimana cara mulainya. Aku juga masih ragu apakah bisa mengelolanya dengan baik.”

“Pertama aku bingung mau mulai dari mana. Lalu, aku juga memikirkan modal usahanya, pasti kan butuh uang yang enggak sedikit.”



Setengah dari responden mengaku bingung cara memulai bisnis kecantikan. Sebenarnya, bagaimana sih langkah-langkah yang tepat untuk menjadi beautypreneur?

Creative Writer:
Jana Miani, Putri Saraswati

Editor:
Intan Aprilia

Graphic Designer:
Amanda Siswandani

foto: dok. cewekbanget.id, thinkstock.com