Merasa iri dengan
postingan orang lain
di Instagram

Merasa
biasa-biasa saja
Angka ini tergolong besar. Lalu, pertanyaannya, kenapa Instagram bisa memunculkan rasa iri tersebut? Apakah kehidupan yang ditampilkan di Instagram itu benar adanya atau hanya sekadar pencitraan saja?

 

Survei yang dilakukan oleh Cewekbanget.id pada

dari berbagai wilayah Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, Palembang, Makassar, Binjai, dan Sumatera Utara) menyebutkan bahwa:

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat ini, Instagram memang bukan lagi sekadar media sosial, tapi sudah jadi bagian dari keseharian. Instagram, medsos yang pertama kali dirilis tahun 2010 oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, memang menjawab kebutuhan para milenial. Informasi, koneksi dengan teman, lengkap dengan konten audio dan visual yang menarik untuk dilihat, semua tersaji di sana.

Sampai saat ini, secara global Instagram sudah memiliki lebih dari 700 juta pengguna aktif dan sekitar 400 juta pengguna meng-update Instagram setiap harinya. Namun, di balik kesuksesannya, ada satu hal yang tidak kita sadari. Ketika Instagram menjadi bagian dari lifestyle, maka kepercayaan diri kita pun ikut dipengaruhi.

Ketika meng-update sebuah foto atau video ke Instagram, apa yang menjadi pertimbangan? Apakah kita pernah merasa tidak percaya diri dan enggak jadi update? Kenyataannya, hasil survei menunjukkan:

sering merasa enggak pede
dengan post yang
di-share oleh orang lain


tidak pernah merasa
iri atau engga pede

PADAHAL KENYATAANNYA

Maka, timbul pertanyaan kenapa bisa enggak pede dengan post yang di-share orang lain meskipun kita tahu bahwa sebagian besar hanya sebuah pencitraan?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health yang berjudul #StatusOfMind, Social Media and Young People’s Mental Health and Wellbeing, 91% dari netizen berusia 16-24 tahun menggunakan internet untuk keperluan medsos.

Pada dasarnya medsos memang punya dampak negatif dan positif untuk kesehatan mental kita.

Bisa disimpulkan, kalau medsos memang berpengaruh pada rasa percaya diri. Menurut penelitian ini pula,

menjadi medsos
yang paling mudah
menyebarkan dampak negatif.

menjadi medsos dengan
tingkat tertinggi dalam
menyebarkan dampak positif.

Begitu pula pendapat psikolog Debora Hotmauli, M.Psi., medsos bisa berpengaruh kepada tingkat kepercayaan diri karena sudah menjadi kebutuhan kita untuk mendapatkan penghargaan atau penerimaan dari lingkungan. Misalkan, kita merasa jauh lebih pede ketika ada yang memuji foto di medsos atau foto yang kita upload diberi banyak likes.

 

 

Medsos enggak bisa disalahkan, tapi gimana kita menyikapi cara menggunakan medsos itu yang harus diperhatikan. Hanya kita yang bisa dengan bijak membuat medsos akan berdampak positif atau negatif.

Kita harus paham makna dari pencitraan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pencitraan adalah pembayangan, penggambaran, visualisasi. Jadi, pencitraan dalam medsos adalah representasi dari diri kita yang ditunjukkan pada orang lain lewat medsos.

Selebgram atau influencer yang biasa dilihat di Instagram, biasanya terkenal dengan feed Instagram yang menarik, post yang di-share beragam dan bikin kita tertarik untuk mencobanya.

Coba kita bedakan terlebih dahulu antara selebgram dan influencer. Selebgram hanya sebatas terkenal karena punya followers yang banyak, tapi influencer adalah mereka yang turut membagikan ‘sesuatu’ lewat medsosnya.

Influencer medsos dekat dengan kehidupan kita. Hal ini dibuktikan dengan survei yang menunjukkan kalau



 


 


Lalu, yang jadi pertanyaan, apakah kehidupan influencer di medsos itu digambarkan sesuai dengan kenyataan? Atau justru semua hanya sebatas pencitraan saja?

Bagi Agnes Oryza, sebenarnya rasa percaya diri itu tergantung pada mindset kita.

 

Memulai untuk meningkatkan rasa percaya diri bukan hanya dari medsos tapi juga kehidupan nyata. Apa yang kita jalani hari ini, akan berpengaruh pada keesokan harinya. Jadi, jangan sampai membuang waktu untuk hal yang sia-sia, girls.

Berdasarkan saran dari Debora Hotmauli M.Psi., lakukan hal ini biar kita jadi cewek keren yang pede.

Jadi, apa tekad kita untuk hari ini? Berani untuk lebih pede dan menerima keunikan diri kita masing-masing? Atau tetap terpaku pada kehidupan orang lain di Instagram yang terlihat ‘sempurna’?

 

Creative Writer:
Debora Gracia

Editor:
Ifnur Hikmah

Graphic Designer:
Amanda Siswandani

foto: dok. pribadi, thinkstock.com