Cairan Kecokelatan Keluar dari Vagina, Normal atau Pertanda Lain?

By Kinanti Nuke Mahardini, Minggu, 2 Desember 2018 | 12:00 WIB
School 2017 (foto: viki.com)

Cewekbanget.id – Pernah merasa panik karena tiba-tiba keluar cairan dari vagina kita, girls?

Mulai sekarang enggak perlu panik karena cairan yang dikeluarkan oleh vagina itu normal bagi kita sebagai perempuan.

Keluarnya cairan dari vagina merupakan bentuk reaksi tubuh kita sendiri.

Cairan berbentuk lendir sebenarnya terdiri dari mucus dan cairan yang diproduksi oleh dinding vagina serta mulut rahim.

Keluarnya lendir merupakan proses pembersihan yang dilakukan tubuh di area sekitar vagina.

Tujuannya tidak lain untuk menjaga daerah sekitar vagina tetap sehat.

Fyi, cairan ini membantu mengikis sel-sel kulit mati dan bakteri di area vagina tadi.

Proses pembersihan tersebut alami dan justru diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Cairan yang dikeluarkan vagina umumnya bening dan enggak berwarna.

Lalu bagaimana kalau vagina kita mengeluarkan cairan kecokelatan berwarna cokelat muda hingga cokelat pekat?

Biar enggak panik, berikut penyebab vagina mengeluarkan cairan kecokelatan:

Baca Juga : Selain Cairan, Ini 6 Jenis Bau Vagina yang Wajib Kita Ketahui, Girls!

Endometrium

Cairan dengan warna kecokelatan yang dikeluarkan vagina bisa terjadi karena pendarahan dinding rahim atau endometrium.

Endometrium biasanya terjadi sebelum atau setelah menstruasi dan hal tersebut normal.

Jadi, enggak perlu merasa panik atau khawatir asalkan cairan tersebut enggak membuat vagina sakit.

Terpenting, cairan tersebut enggak mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Atrofi vaginitis atau polip rahim

Selain endometrium, cairan kecokelatan yang keluar dari vagina juga bisa disebabkan karena atrofi vaginitis atau polip rahim.

Atrofi vaginitis merupakan kondisi yang mungkin terjadi kalau kita kekurangan hormone estrogen.

Dalam kasus ini, vagina mengalami peradangan akibat jaringan otot yang rusak dan produksi caira lubrikasi yang menurun.

Kita harus mewaspadai dan akan lebih baik melakukan pemeriksaan ke dokter kalau cairan yang dikeluarkan berwarna kuning dan berbau busuk.

Polip rahim

Berbeda dengan atrofi vaginitis, polip rahim merupakan kondisi ketika ada pertumbuhan nonkanker yang melekat pada dinding rahim.

Polip rahim ini ditandai dengan pendarahan menstruasi yang berlebihan, termasuk keluar cairan kecokelatan dalam jumlah yang tidak wajar.

Polip rahim biasanya menyerang perempuan berusia 19 hingga 40 tahun.

Ada baiknya kita melakukan pemeriksaan ke dokter kalau cairan kecokelatan dari vagina tersebut keluar dalam jumlah banyak dan berbau.

Penanganan medis yang diterima akan membuat kita lebih baik. (*)

Baca Juga : Ini Cara Tepat Membersihkan Vagina. Enggak Perlu Pakai Produk Apapun!