Kebakaran Hutan Riau 2013: Pencemaran Udara Jauh Di Atas Normal

By Astri Soeparyono, Rabu, 26 Juni 2013 | 16:00 WIB
Kebakaran Hutan Riau 2013: Pencemaran Udara Jauh Di Atas Normal (Astri Soeparyono)

Kebakaran hutan, bukanlah hal yangbaru terjadi di Indonesia, maupun di dunia, tetapi kebakaran hutan di daerah Riau yang kini sedang manjadi isu hangat permasalahan lingkungan di Indonesia, dianggap sebagai kebakaran hutan yang menyebabkan dampak asap paling parah dalam sejarah. Asap dari peristiwa ini masih menyelimuti, enggak hanya Riau, tetapi mencapai Singapura dan Malaysia.

Sesuai yang dilansir kompas.com, tingkat konsentrasi pencemaran udara di daerah Riau, terutama Dumai, mencapai 900 polutant standard index (PSI) pada Senin, 24 Juni 2013, sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini dinilai sangat berbahaya untuk lingkungan dan tubuh manusia.

Dalam wawancaranya dengan Antara, Pakar lingkungan dari Universitas Riau, sekaligus Guru Besar Lingkungan Universitas Riau, Prof Adnan Kasri menyatakan, "Sebelumnya, di sekitar tahun 1997, kasus kebakaran hebat memang sempat terjadi. Namun, masih melanda sebagian besar kawasan hutan alam. Dampak kabut asapnya ketika itu juga enggak separah kali ini, di mana pencemaran udara sudah jauh berada di atas ambang normal."

Dibandingkan dengan kasus-kasus kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 1990 hingga kasus paling parah yang terjadi pada tahun1997, belum ada dampak pencemaran udara yang separah kejadian kali ini. Asap tebal yang terbawa angin hingga Singapura dan Malaysia ini, bahkan terlihat melalui foto satelit yang diambil oleh NASA MODIS pada Senin, 24 Juni 2013. Hingga kini, polisi telah menyiapkan 14 tersangka pembakaran hutan yang diduga bertujuan membuka lahan baru untuk keuntungan beberapa pihak. Puluhan milyar rupiah akhirnya dikeluarkan untuk memadamkan api yang terus menyebar itu.

Alam bumi tentu saja harus dijaga, dan itu semua merupakan tanggung jawab setiap bagian yang hidup di dalamnya. Setiap tindakan kita yang menyangkut dengan kepentingan orang banyak, tentu saja harus dipertimbangkan matang-matang. Kalau enggak, bisa berakibat seperti kasus kebakaran hutan ini girls. Nah, kalau menurut kamu, bagaimana ya  cara menanggulangi dampak-dampak berbahaya yang sudah disebabkan oleh kasus ini?

(uswatun, foto: NASA)