Perkosaan Remaja: Berawal dari Facebook

By Astri Soeparyono, Minggu, 7 Oktober 2012 | 16:00 WIB
Perkosaan Remaja: Berawal dari Facebook (Astri Soeparyono)

Siswi kelas tiga SMP Budi Utomo Depok dikeluarkan dari sekolahnya hari ini, Senin (8/10). Sebuah situs berita mengatakan kalau siswi berusia 14 tahun berinisial ASS ini dikeluarkan karena dinilai memberikan nama buruk bagi sekolahnya. Dan dikhawatirkan akan mempengaruhi teman-teman lainnya.

Semua berawal ketika ASS dikabarkan hilang pada Minggu (23/9). ASS dilaporkan menjadi korban penculikan. Namun ketika ASS akhirnya pulang pada Minggu (30/9) diketahui dia menjadi korban penculikan dan perkosaan oleh seorang cowok yang dikenalnya lewat Facebook.

ASS berkenalan dengan CS (24) lewat jejaring social Facebook. Dan pada hari dia dikabarkan hilang, ASS memang pergi dengan CS. Menurut keterangan kuasa hukum ASS, Dwi Handy Pardede pada Warta Kota, ASS dibawa jalan-jalan hingga malam hari. Lalu dia di bawa ke rumah kawan CS di daerah Bojong Gede, Bogor.

Tidak hanya diculik, ASS juga disekap dengan hanya diberi makan mie instant. Handphone milik ASS juga dijual. Dalam masa penyekapan ini, ASS juga sempat diperkosa oleh CS juga temannya. Malah, dia juga akan dijual ke Batam.

Dikeluarkan dari sekolah

Bukan hanya jadi korban CS, ASS juga dikeluarkan dari sekolah. Bahkan menurut salah satu portal berita online, kabar dikeluarkannya ASS diumumkan di depan sekolah ketika upacara.

Kini pihak keluarga ASS tidak hanya meminta Polisi untuk memburu CS. Mereka juga meminta bantuan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membantu ASS kembali ke bangku sekolah.

"Sekolah tidak boleh melakukan tindakan ini. Ini hak anak untuk menerima pendidikan dan tidak bisa dihubungkan dengan persoalan yang menimpanya. Ini tidak bijak dan berlebihan," kata ketua KPAI Arist Merdeka Sirait pada Vivanews.

Sementara ASS sendiri masih merasa syok dan tidak mau banyak bertemu atau menjawab pertanyaan orang.

Lebih hati-hati

Berkenalan dengan seseorang melalui social media dan langsung itu berbeda. Sebagai remaja smart, kita harus lebih berhati-hati dalam berteman dan mengambil keputusan. Kenalkan teman dekat kita dan lapor pada orangtua setiap kali kita mau pergi.

(astri)