3 Alasan Sebuah Konten Bisa Viral ke Negara Lain Meski Berbeda Bahasa

By Ifnur Hikmah, Jumat, 15 Juli 2016 | 04:09 WIB
(foto:iif) (Ifnur Hikmah)

Suka penasaran enggak kenapa sebuah konten dari suatu negara bisa viral dan populer di negara lain meski berbeda bahasa dan enggak kita pahami? Misalnya lagu Kpop. Di Viral Fest Asia 2016 yang berlangsung di Bali, 15 Juli 2016, dibahas 3 alasan sebuah konten bisa viral ke negara lain meskiberbeda bahasa. Alasan disampaikan dalam sesi diskusi berjudul Media & Networks, dengan pembicara Maggie Zhou, Co-President CMC Holdings, China, David Fernando Audy, President Director Global TV MNC Media, Ahmad Izham Omar, CEO Primeworks Studio, Media Prima Malaysia, Tamon Nadrew Niwa, President Media Business BS-TBS JepAng, dan DonAld Lim, Chief  Digital Officer ABS-CBN Filipina dengan moderator Fred Chong, Group CEO WebTVAsia.

Ngomongin soal konten, terlebih di era digital, bahasa enggak lagi jadi masalah. Suatu konten bisa viral di negara lain yang memiliki bahasa berbeda. "Kadang bahasa asing itu terdengar seksi dan membuat orang-orang tertarik untuk mempelajarianya. Misalnya di Indonesia ada Ada Apa Dengan Cinta dan The Raid. Atau konten dari Korea. Konten itu bisa laku di negara lain tanpa kesamaan bahasa," ujar AhmadIzham Omar.

Agar sebuah konten bisa viral, perlu ada nilai positif. Salah satunya bisa menginspirasi. David Fernando Audy mengungkapkan, " Contoh di Indonesia, enggak ada superhero terkenal karena anak2-anak tahunya superhero luar. Sementara kita butuh sosok pahlawan yang menginspirasi agar anak-anak lebih dekat dengan daerahnya. Contohnya kita bikin bimasakti garuda. It has to be local. Jadi di lokal, di jangka panjang bisa viral di tempat lain."

Bahasa enggak akan jadi masalah kalau kontennya menarik. Misalnya konten dari Jepang, seperti Takeshi Castle, menurut penjelasan dari Tamon Andrew Niwa. Meski enggak mengerti bahasanya orang-orang bisa tetap menikmatinya karena  asyik dan bisa dipahami melalui gerakan atau ekspresi tubuh.

(Foto:iif)