Meski Pernah Enggak Lulus UN, Cewek Ini Tetap Semangat Sampai Akhirnya Bisa Bangkit Lagi

By Natalia Simanjuntak, Senin, 10 April 2017 | 02:30 WIB
foto: shareyouressay.com (Natalia Simanjuntak)

Enggak semua ujian berakhir seperti yang kita harapkan. Kita sih maunya lulus UN, dapet nilai terbaik, lanjut ke perguruan tinggi. Tapi gimana kalau ternyata kenyataannya berbeda dengan apa yang kita harapkan? Apa lantas kita langsung nyerah dan putus harapan? Ini kisah Rena (bukan nama sebenarnya), berbagi cerita soal pengalamannya yang enggak lulus UN. Tapi dia enggak menyerah sampai akhirnya berhasil bangkit lagi.

Baca juga:

Jurusan Kuliah yang Lulusannya Paling Dicari

Jurusan STEM yang Unik dan Bikin Penasaran

"Beberapa tahun lalu, saat duduk di bangku SMP aku mengalami satu masa terberat dalam hidupku. Gagal Ujian Nasional. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Aku sama sekali enggak bisa mencerna kata-kata guruku yang pada saat itu secara pribadi mengunjungi rumahku dan berbicara pada orangtuaku bahwa aku tidak lulus UN.

Aku syok. Apa yang harus kulakukan, aku sama sekali enggak ngerti. Saat itu rasa sedih, marah, malu, dan putus asa bercampur aduk dalam hatiku. Bagaimana dengan masa depanku nanti? Bagaimana dengan cita-citaku untuk menjadi seorang dokter? Semuanya pecah dalam tangis yang tidak berkesudahan.

Guruku saat itu memberi penjelasan bahwa ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan aku tidak lulus UN. Pada saat aku ujian dulu, sistem yang digunakan berubah. Kertas jawaban yang kami gunakan nantinya akan diperiksa secara otomatis dengan scanner. Oleh sebab itu kertasnya didesain untuk bisa membaca jawaban dengan akurat. Sayangnya, hal tersebut tidak dibarengi dengan kualitas kertas yang memadai. Apabila kertas tersebut terkena keringat, kotor, robek, atau lecek sedikit saja, maka mesin scan tidak akan mampu membaca "kode" yang ada pada kertas tersebut. Akibatnya jawaban kita tidak bisa terbaca dan dianggap salah. Hatiku hancur. Aku yakin betul sudah mempersiapkan UN dengan sungguh-sungguh. Untungnya guruku memberitahu bahwa ada jalan keluar yang bisa aku tempuh.