Inilah aalasan mengapa kita sering mengalami rasa sakit atau nyeri pada bagian-bagian tersebut.
Siklus menstruasi yang tidak menentu
Endometriosis juga bisa mempengaruhi siklus menstruasi kita.
Ada beberapa orang yang mengalami pendarahan berlebihan, ada juga yang mengalami siklus menstruasi yang pendek (misalnya 27 hari yang semestinya 30 hari) atau malah mengalami siklus menstruasi lebih panjang dari biasanya (misalnya pendarahan berlebih selama 6 sampai 7 hari, yang biasanya hanya 3 atau 4 hari).
Endometriosis juga bisa memicu kram pada bagian pelvis yang menyakitkan sehingga menyebabkan kita harus lebih sering beristirahat ketika siklus menstruais berlangsung.
(Baca juga: dorongan seksual pada remaja)
Bisa berakibat kemandulan
Sekitar 30-50% cewek yang memiliki endometriosis dipastikan akan kesusah hamil. Ini adalah satu di antara dampak endometriosis yang plaing parah.
Kemandulan disebabkan karena endometriosis dapat berpotensi untuk mneghambat tuba falopi, sehingga menghalangi sel telur dan sperma untuk bertemu.
(Baca juga: Ternyata Cowok Juga Bisa Baper Dengan 10 Hal Ini!)
Kelelahan yang kronis
Kelelahan kronis bukanlah gejala yang sepele bagi cewek yang memiliki penyakit endometriosis.
Jadi kalau kita mengalami kelelahan yang berlebihan dan biasanya disertai dengan kram yang menyakitkan dan pendarahan berlebihan saat menstruasi, maka bisa dikatakan kita mengalami gejala yang berkaitan dengan endometriosis.