facebook
twiiter
whatsapp

Remaja Boleh Boros Karena YOLO dan FOMO, Asalkan....

Remaja Boleh Boros Karena YOLO dan FOMO, Asalkan....

Ada toko baju merk ternama diskon 70 persen?
Harus beli dong!
Coffee shop hits plus instagramable di Tebet baru buka, lho. Kuy ke sana! Ngaku deh siapa diantara kita yang masih sering ‘khilaf’ melakukan dua hal di atas?

Sering melakukan hal di atas sebenarnya enggak salah sama sekali ya, girls.

Terkait dua hal di atas telah dilakukan oleh 507 remaja lain di seluruh Indonesia yang jadi responden survei CewekBanget dan HAI Online.

Fyi, sebanyak 83% dari mereka mengalokasikan uang untuk kebutuhan pribadi,

57% untuk kulineran,

48% untuk belanja online,

dan 46% untuk belanja offline seperti di mall.

Mengejutkannya, pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pribadi jadi dua alasan utama remaja menghabiskan uang untuk hal di atas. Kok bisa?

Yaps, disadari atau enggak, sebagian besar remaja seperti kita membuat pengeluaran demi kebutuhan dan kepuasan pribadi yang justru mengikuti prinsip YOLO dan FOMO

Apa itu YOLO dan FOMO?

Berdasarkan kamus daring Oxford, YOLO merupakan kependekan dari You Only Live Once. Prinsip kalau hidup kita hanya sekali ini bisa dicontohkan dengan tiba-tiba membeli tiket pesawat untuk travelling tanpa mempertimbangkan kondisi lainnya. Dalam benak kita hanya terpikir kalau travelling hanya bisa dilakukan saat ini.

Berbeda dengan YOLO, FOMO merupakan kependekan dari Fear of Missing Out. FOMO timbul karena gengsi atau kecenderungan ingin mengikuti tren. Dilansir dari techtimes.com, FOMO banyak dialami remaja karena media sosial. Melihat teman update instagram stories lagi holiday dan tekanan sosial lain membuat kita sebagai remaja mengalami YOLO dan FOMO.

Parahnya, kita menganggap dua hal tersebut lumrah dan harus dilakukan! Pantas keuangan kita jebol kalau mengikuti prinsip YOLO dan FOMO ya, girls.

Lalu apakah ada hal lain yang berpengaruh kepada keuangan kita sebagai remaja?

Content creator sekaligus founder Mentorgue Learning App, Fellexandro Ruby menyebutkan kalau faktor convenience atau kemudahan juga berpengaruh pada pengelolaan keuangan remaja saat ini.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar keuangan kita tetap aman
di masa remaja bahkan hari tua, ya?

Menerapkan YOLO dan FOMO sah saja, asalkan enggak berlebihan dan bisa mengarahkan pada sesuatu yang positif.

Hal positif yang bisa kita lakukan agar keuangan tetap aman di masa depan dan hari tua sejalan dengan tema Global Money Week 2020 lho yakni Learn, Save, and Earn.

Sebagai remaja, kita harus bisa belajar mengelola uang dengan bijak. Mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Membeli dress karena tertarik pada diskon-nya, padahal masih ada pakaian lain yang bisa dikenakan bukan termasuk kebutuhan ya, girls.

Hal positif lain yang bisa kita lakukan untuk mendapat penghasilan tambahan ialah:

Mengubah Koleksi Jadi Investasi! Suka koleksi kaset, vinyl, sepatu, atau tas? Pernah sadar atau enggak barang koleksi milik kita ternyata bisa jadi investasi menguntungkan di masa depan, lho!

Soalnya harga beberapa barang koleksi di atas bisa melonjak naik. Investasi dan mengelola uang jadi menyenangkan, deh.

Gue disuruh jualin koleksi kaset sama bokap. Katanya ngapain sih ngoleksi (kaset). Gue bilangnya investasi, sampai akhirnya bokap gue bosen ngebilangin untuk jual. Tahun 2015 (Jadi DJ Kaset) awalnya buat senang-senang saja, eh lama-lama jadi profesi yang menyenangkan banget. _Muhammad Fajrintio, DJ kaset. (Dikutip dari Hai Online)

Cara kedua dengan #SelaluAdaPeluang !

Lewat akun instagram pribadi miliknya, Fellexandro Ruby mengatakan kalau “Kesempatan ada dimana-mana buat mereka yang niat dan berupaya. Kali ini kesempatannya dihadirkan di depan lo.”

Yup! sekecil apapun pasti #SelaluAdaPeluang kalau kita mau lebih peka.

Bukan hanya soal peka sih, tapi niatnya. Kalau beneran niat, kita (ibaratnya) tinggal googling aja juga muncul puluhan, bahkan ratusan opsi untuk uang tambahan. _Fellexandro Ruby, Content Creator sekaligus Founder Mentorgue Learning App

Dulu pengin punya uang jajan tambahan sambil memanfaatkan apa yang udah dimiliki biar enggak rugi. Aku bermusik, kuliah musik, dan nantinya cari uang di musik. Jadi sekalian coba kelola studio sendiri dari sekarang. _Raissa Faranda (20), mahasisiwi dan personil band Zirah.

Contoh lain, #SelaluAdaPeluang juga bisa diterapkan buat kita yang hobi travelling.

Saat travelling ke negara X, kita bisa buka jasa titip barang. Jadi bukan travelling cuma-cuma karena dalam perjalanan kita juga menghasilkan uang.

Cara positif terakhir yang bisa dilakukan untuk membuat keuangan lebih stabil adalah dengan menerapkan #PassionkuJadiUang.

Siapa sangka kalau passion, bakat, dan hobi yang kita miliki ternyata bisa menghasilkan uang asal tahu cara menyalurkannya dengan tepat.

Sangat possible banget passion, bakat, bahkan hobi jadi uang. Hobi saya yang pertama itu adalah fotografi. Sekitar setahunan saya belajar, sesudah itu saya mulai terima proyek di Sabtu-Minggu. Dari situ akhirnya saya kayak punya dua kerjaan. _Fellexandro Ruby, Content Creator sekaligus Founder Mentorgue Learning App

Mirip dengan kasus di atas, ada juga pengalaman dari cewek yang berprofesi sebagai pegawai sekaligus ilustrator nih, girls.

Apalagi era digital seperti sekarang menjadikan media sosial sebagai medium promosi yang efektif. Perlahan tapi pasti, hasilnya bakal terasa.

Uang terkumpul dan kita pun happy karena melakukan sesuatu sesuai passion!

Aku suka banget gambar. Awalnya gambar teman buat kado wisuda. Dipost, eh terus ada yang mau digambarin juga gitu _Valentina Kris (25), Ilustrator.

Setelah melakukan tiga hal di atas, keuangan tetap enggak stabil kalau kita terus berfoya-foya.
Makanya, hal penting yang harus dilakukan berikutnya adalah

MENABUNG!

Menabung itu bukan soal umur, remaja, atau milenial. Dari umur berapapun menabung itu penting. Minimal kita menabung buat dana darurat kita. _Fellexandro Ruby, Content Creator sekaligus Founder Mentorgue Learning App.

Lebih lanjut lagi, Fellexandro Ruby menjelaskan kalau mengelola keuangan dengan baik bisa berdampak positif untuk masa depan kita.

Setelah dana darurat, kita jadi bisa menginvestasikan dana itu untuk berbagai macam hal. Pertama investasi ke diri kita dulu lewat ilmu, pengetahuan, skill, relationship, hingga network. Ini yang akan menentukan bagaimana kehidupan kita 3, 4 atau 5 tahun berikutnya. _Fellexandro Ruby, Content Creator sekaligus Founder Mentorgue Learning App

Bukan hanya dalam bentuk skill, investasi dalam bentuk uang yang kita miliki sejak usia muda tentunya akan bermanfaat di masa depan. Nilai uang yang akan terus bertambah nantinya bisa digunakan untuk liburan bahkan melanjutkan pendidikan.

Hal ini dirasakan betul oleh Personal Assistant to CEO Allianz Life Indonesia, Shadika Mega Puspita. Di usianya yang masih remaja seperti kita, Shadika sudah mampu menyisihkan uangnya untuk berinvestasi. Selain dalam bentuk uang, investasi bagi Shadika juga dalam bentuk proteksi diri.

Saat ini produk investasi amat beragam. Yang dapat saya sarankan adalah definisikan terlebih dahulu apa tujuan keuangan yang ingin kita capai (liburan, melanjutkan program magister, pernikahan, ibadah haji, dan lain-lain) sebelum kita memutuskan pilihan produk investasi. Agar terasa ringan dalam berinvestasi, kita dapat menyisihkan kira-kira minimal 10% dari total penghasilan kita selama setahun. Nah, kalau untuk proteksi, saya melengkapi diri dengan asuransi jiwa agar terlindung dari risiko. Ngga mahal kok. Kamu bisa memulainya dari premi Rp 300 ribu rupiah per bulan. Yang penting, disiplin dan mulai sekarang juga!

Banyak trik yang bisa diterapkan agar menabung dan berinvestasi jadi hal menyenangkan, lho!

Pertama yaitu dengan menabung berdasarkan uang favorit kita. Fyi, cara ini dikenalkan oleh motivator bernama Ippho Santosa, dia mengajak menabung dengan menentukan mata uang tertentu yang harus kita tabung. Misal kita tentukan uangnya Rp 10 ribu, maka tiap kita pegang mata uang Rp 10 ribu, otomatis uang itu harus kita masukkan ke dalam celengan.

Kedua, jadikan aktivitas idola kita di media sosial sebagai pengingat menabung! Seperti salah satu fans DAY6 ini, dia menentukan berapa nominal yang harus dia tabung tiap idola favoritnya update di media sosial. Cara ini cukup efektif apalagi kalau idol K-Pop favorit kita sering banget update yaa, girls.

Ketiga, kalau kita ingin berinvestasi lebih serius, kita bisa pergi ke bank atau lembaga keuangan terpercaya agar lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Menabung dan berinvestasi untuk masa depan memang enggak mudah, ya. Makanya kalau langkah-langkah di atas sudah bisa kita terapkan, jangan lupa beri reward untuk diri sendiri. Selamat mencoba!

Kenali diri kita apakah termasuk orang pelit, boros, atau pintar mengatur keuangan dengan ikut quiz di bawah ini, yuk!

back to top
Best Experience on portrait mode,
lets rotate your device.