Grid Networks | Jumat, 19 Januari 2018 | SIGN IN | SIGN UP

6 Mitos Tentang Puting Payudara Yang Enggak Seharusnya Kita Percaya

  • Rabu, 10 Januari 2018 15:00 WIB

Ini hanya mitos, girls. | .

Bagi seorang cewek, kita pasti enggak asing lagi dengan payudara yang kita miliki. Sayangnya, masih banyak mitos-mitos berkembang seputar puting payudara yang enggak masuk akal.

Yuk kenali 6 mitos tentang puting payudara yang enggak seharusnya kita percaya!

(Baca juga: 6 Fakta Tentang Puting Payudara yang Belum Kita Ketahui)

Mitos 1: Puting payudara yang normal adalah yang berwarna pink

Faktanya, warna puting bisa berbeda-beda setiap orang, tergantung dari etnis dan pigmen kulit masing-masing. Jadi kita enggak perlu heran kalau ada orang yang punya puting berwarna pink, merah tua, atau coklat kehitaman. Semuanya normal.

Mitos 2: Puting payudara berbulu pasti berbahaya

Faktanya, normal banget bagi seorang cewek memiliki puting berbulu. Biasanya rambut-rambut halus tersebut tumbuh di bagian areola (bagian cincin pipih yang mengelilingi puting) dan area payudara. Demikian dikatakan oleh Gary Goldenberg, M.D, seorang profesor asisten klinis di dermatology di Icahn School of Medicine, Mount Sinai Hospital.

Jumlah rambut yang tumbuh pada puting payudara disebabkan oleh hormon dan keturunan dari anggota keluarga, seperti ibu atau nenek. Kalau rambut tersebut cukup mengganggu, kita bisa mencabutnya.

Mitos 3: Benjolan di puting merupakan gejala kanker

Faktanya, enggak semua benjolan yang muncul di area payudara bisa langsung diartikan sebagai gejala kanker atau tumor. Karena bisa saja benjolan itu adalah jerawat yang normal muncul pada area di sekitar payudara.

Tapi kita juga perlu waspada dengan jenis benjolan yang berwarna merah dan bertekstur enggak rata. Segera periksakan ke dokter jika menemui hal tersebut.

Mitos 4: Puting kanan dan kiri adalah sama

Sherry Ross, M.D, seorang ob/gyn dan ahli kesehatan perempuan di Santa Monica, California, memaparkan bahwa masing-masing puting payudara memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang berbeda.

Bahkan, puting payudara bisa mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya umur seseorang. Dr. Ross menjelaskan bahwa masa puber, PMS, kehamilan, menyusui, dan menopause adalah masa-masa dalam kehidupan perempuan, dimana perubahan hormon menjadi penyebab perubahan bentuk dan kepekaan puting payudara.

(Baca juga: 4 Hal yang Perlu Kita Tahu Tentang Puting Payudara)

Mitos 5: Cairan yang keluar dari puting selain saat masa menyusui adalah gejala kanker

Ketika seorang ibu sedang hamil, enggak jarang mereka akan menemukan cairan berwarna kekuningan pada puting mereka. Cairan tersebut merupakan sekresi yang kaya akan antibodi. Ketika menyusui, seorang ibu akan mengeluarkan air susu pada putingnya.

Tapi, di luar dua keadaan tersebut, seorang perempuan juga bisa mengeluarkan cairan dari puting mereka. Dan tentu saja normal.

Jessica Shepher, M.D, seorang asisten profesor dan ginekologis di The University of Illinois College of Medicine, Chicago, memaparkan bahwa normalnya, cairan yang keluar dari puting berwarna putih atau bening dan disebabkan oleh perubahan hormon.

Tapi kalau kita menemukan cairan berwarna coklat, kemerahan, atau kehijauan, maka kita wajib segera memeriksakannya ke dokter.

Mitos 6: Ramuan alami bisa membuat puting menjadi pink

Banyak orang beranggapan bahwa puting seseorang bisa dicerahkan warnanya dengan menggosokkan buah tomat, lemon, atau pun jeruk nipis. Faktanya, belum ada penelitian secara ilmiah yang membuktikan kebenaran hal tersebut, karena seperti yang dijelaskan pada poin pertama, setiap orang memiliki warna puting berbeda, tergantung dari pigmen kulit yang mereka miliki.

(Baca juga: 6 Hal yang Sering Kita Pertanyakan tentang Puting Payudara, Ini Dia Jawabannya!)

Reporter : Indra Pramesti
Editor : Indra Pramesti

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×