Grid.ID Networks | Kamis, 21 September 2017 | SIGN IN | SIGN UP

7 Pelajaran Penting untuk Mengejar Cita-cita dari Trainee Kpop di Acara Produce 101 Season 2

  • Sabtu, 17 Juni 2017 08:40 WIB

Jangan menyerah mengejar cita-cita

(Baca juga: Dapat Lebih dari 100 Juta Vote & 5 Alasan Lain BTS Bisa Menang Billboard Music Awards 2017!)

 

Hidup tuh turun naik, harus siap dengan segala kemungkinan

Di Produce 101, setiap minggunya urutan ranking tiap peserta bisa berubah.

Contohnya di dua minggu pertama Lee Daehwi menempati urutan 2, kemudian di episode 5 dia turun ke rank 7.

Atau Yoon Jisung yang awalnya berada di rank 35, kemudian naik ke 19, dan terakhir berhasil menempati urutan 3.

Mereka enggak tahu akan berada di urutan ke berapa setiap minggunya, oleh sebab itu mereka terus berusaha keras mengerahkan kemampuan terbesarnya.

Para kontestan juga harus siap dengan segala kemungkinan terburuk, apakah mereka akan tereliminasi atau enggak.

 

Ketika orang lain berusaha 100%, kita harus usaha 110%

Trainee Ahn Hyeongseob tahu kalau vokalnya kurang baik dan kemampuan dance-nya pun masing kurang terasah.

Oleh sebab itu, dia berlatih terus siang dan malam untuk menyempurnakan kemampuannya.

Hal itu membuahkan hasil, karena dia naik kelas dari level D ke level A.

Begitu juga dengan Seo Sunghyuk yang awalnya berada di ranking 95, namun karena dia rajin berlatih, dia berhasil naik ke rank 51.

Ini membuktikan kalau kerja keras pasti membuahkan hasil!

(Baca juga: Berbakat Banget! Ini 18 Peserta Produce 101 Season 2 yang Pantas Kita Gebet)

 

Kita harus saling membantu satu sama lain

Hidup ini memang penuh persaingan, namun bukan berarti kita bisa mengabaikan orang lain yang sedang kesulitan.

Para trainee di Produce 101 enggak pelit untuk membagikan keahlian dan mengajarkan teman-teman yang kesusahan.

Contohnya Kang Daniel yang membantu teman-temannya di kelas B saat mereka enggak bisa mengingat koreografi yang diajarkan oleh pelatih.

Begitu juga dengan Kim Jonghyun yang membantu Kwon Hyunbin saat dia kesulitan mengikuti gerakan tarian.

Membantu orang lain enggak akan membuat kita kekurangan ilmu kok, justru bikin kita sekalian belajar lagi. Enggak ada ruginya!

 

Sesekali keluarlah dari zona nyaman

Kim Jaehwan dan Jung Sewoon awalnya kesulitan mengikuti koreografi tarian karena skill mereka adalah vokal, bukan dance.

Namun pelatih tari mengingatkan kalau pengin menjadi Kpop idol yang sukses, mereka harus bisa membuka pikiran untuk mencoba hal yang enggak dia sukai.

Kita harus bisa mendobrak dinding penghalang dan keluar dari zona nyaman, sebab kesuksesan enggak akan bisa diraih kalau kita stuck di situ-situ saja.

(Baca juga: 5 Lagu BTS Ini Cocok Banget untuk Didengarkan Saat Momen Perpisahan Sekolah)

 

Haters akan selalu ada

trainee produce 101
foto: soompi.com

Yoon Jisung yang berhasil naik ke urutan 3 mendapatkan banyak komentar negatif di Instagram-nya dari netizen yang enggak suka sama dia.

Dia pun sampai mem-private akunnya akibat menerima terlalu banyak pesan enggak menyenangkan.

Hal ini juga terjadi pada Kang Daniel dan Kwon Hyunbin yang Instagram-nya diserang oleh anti-fans alias haters.

Apa pun yang kita kerjakan, akan selalu ada orang yang berusaha menjatuhkan kita.

Hal yang bisa kita lakukan adalah jangan merespon mereka, sebab biasanya haters mengganggu dengan tujuan memancing reaksi kita. They don’t worth your time!

Namun jika mereka sudah benar-benar keterlaluan seperti mengancam keselamatan, kita harus melaporkan pada pihak yang berwajib.

 

Umur tuh cuma sekadar angka

trainee produce 101 season 2
foto: onehallyu.com

Jangan biarkan orang lain meremehkan mimpi kita cuma gara-gara usia kita yang terlalu muda atau terlalu tua. 

Trainee Lee Woojin adalah kontestan termuda dengan usia 15 tahun.

Namun dia menunjukkan bakat menyanyi dan menarinya yang berkualitas. 

Woojin pun berhasil naik dari kelas B ke kelas A. 

Ada juga Yoon Jisung yang berusia 27 tahun dan Park Sungwoo yang berusia 29 tahun. 

Meski umur mereka bisa dibilang cukup dewasa untuk menjadi seorang idol, hal itu enggak mematahkan semangat mereka! 

 

Jangan merendahkan kemampuan diri sendiri

Di group battle, satu grup terdiri dari satu orang dari kelas D dan lima orang dari kelas terendah yakni level F. 

Mereka adalah orang-orang yang tersisa saat pemilihan grup karena enggak ada yang memilih lima orang ini untuk bergabung ke kelompok, sehingga secara otomatis mereka berlima menjadi satu tim. 

Awalnya mereka merasa down banget karena merasa menjadi tim buangan. 

Reporter : Intan Aprilia
Editor : Intan Aprilia

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×