Grid Networks | Senin, 23 April 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Alasan Kita Harus Menolak RKUHP yang Mengkriminalisasi Perempuan, Anak, Masyarakat Adat, dan Kelompok Marjinal

  • Minggu, 4 Maret 2018 17:15 WIB

Ini alasannya kita harus menolak RKUHP! | .

Pembahasan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) di DPR mengemukakan pentingnya perluasan pasal yang mengatur tentang perzinaan dan kriminalisasi kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Dilansir dari NasionalKompas, pembahasan ini dilatarbelakangi atas usulan bahwa pidana pencabulan sesama jenis enggak hanya berlaku buat korban anak di bawah umur, tapi juga pencabulan yang dilakukan oleh orang dewasa sesama jenis.

Sayangnya masih ada ketimpangan dalam rancangan tersebut. Salah satunya adalah pasal tentang perluasan zina yang semula memiliki pengertian perselingkuhan pada pasal 284 KUHP menjadi setiap hubungan seks konsensual di luar pernikahan.

Perluasan zina tersebut dapat ditemukan pada Pasal 4984 ayat (1) huruf e yang berbunyi “dipidana karena zina dengan penjara paling lama 5 tahun, laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan”.

Yang artinya, setiap orang dapat melaporkan perbuatan zina orang lain. Dan sebagai dampaknya, akan meningkatkan persekusi dan budaya main hakim sendiri di kelompok masyarakat.

Orang-orang pun akan semakin berlomba menjadi polisi moral dan mengintervensi privasi orang lain. Enggak menutup kemungkinan, penggerebekan rumah, kos, apartemen, dan ruang privasi lain akan semakin marak terjadi jika pasal ini disahkan.

Kenapa RKUHP ini membahayakan keluarga, anak, masyarakat adat, kelompok marjinal, bahkan kita sendiri sebagai perempuan? Berikut alasannya!

(Baca juga: Embel-Embel ‘Cantik’ Dalam Judul Tulisan yang Sebenarnya Merendahkan Perempuan)

 

Yuk melek hukum. Kita perlu tau kenapa kita harus #tolakRKUHP.

A post shared by YAYASAN LBH APIK JAKARTA (@lbhapik.jakarta) on

Bagi penyintas perkosaan

Dengan adanya ketentuan yang baru, penyintas perkosaan akan enggan dan takut melaporkan pelaku perkosaan kepada polisi.

Reporter : Indra Pramesti
Editor : Indra Pramesti

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×