Grid Networks | Jumat, 20 April 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Belajar dari Annisa, Penyandang Disabilitas yang Didiskriminasi Ojek Online, Ini Cara Kita Memperlakukan Penyandang Disabilitas

  • Rabu, 28 Maret 2018 11:11 WIB

Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti kita! | foto: pinterest.com

Jangan berasumsi

Sama seperti kita, penyandang disabilitas juga mampu melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Mereka bisa mengambil keputusan terbaik tentang apa yang bisa atau pun enggak bisa mereka lakukan. Jadi kita enggak perlu mengambil keputusan untuk mereka soal bagaimana mereka terlibat dalam aktivitas tertentu.

Menanggapi permintaan dengan ramah

Sama seperti kita yang sesekali memiliki permintaan dan butuh bantuan, penyandang disabilitas juga enggak jauh beda. Mereka juga kadang memiliki permintaan yang sama. Ketika mereka mengemukakannya, sebaiknya kita menanggapi dengan sopan dan ramah, sebagaimana kita menanggapi teman-teman kita pada pada umumnya.

Jika kita enggak bisa mewujudkan permintaan tersebut, kita juga bisa kok, mengatakan ketidakmampuan kita dengan cara yang tetap santun dan ramah.

Petunjuk tentang penggunaan istilah

Penggunaan istilah yang mengacu pada penyandang disabilitas sangat penting buat kita ketahui. Seperti penggunaan ‘penyandang disbailitas/difabel’ yang lebih baik ketimbang penggunaan kata ‘orang cacat’.

Penyandang disabilitas tidak butuh atau tidak ingin dikasihani. Enggak seharusnya juga mereka dianggap ‘berani’ atau ‘istimewa’ apabila mereka berhasil menyelesaikan kegiatan atau pekerjaan sehari-hari. Demikian dikutip dari King County, Kantor Hak Asasi Manusia, Etiket, dan Bahasa Disabilitas.

Penyandang disabilitas juga enggak suka dengan istilah-istiah eufemisme (memperhalus) seperti ‘terhalang secara fisik’ ‘terhalang pendengaran/penglihatannya’ dan ‘kemampuan berbeda’. Orang lain mungkin tidak keberatan dengan istilah itu, tapi umumnya lebih sopan menyebut orang yang kehilangan pendengaran tetapi masih dapat berkomuniasi dengan bahasa percakapan dengan istilah ‘sulit mendengarkan’ atau ‘tunarungu’ untuk yang kehilangan pendengaran sama sekali.

Yuk, mulai sekarang lebih peduli lagi sama isu-isu seperti ini, ya, girls!

Reporter : Indra Pramesti
Editor : Indra Pramesti

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×