Grid.ID Networks | Senin, 24 Juli 2017 | SIGN IN | SIGN UP

Dalam Sehari, Ada Masanya Kita Merasa Enggak Bahagia dan Itu Wajar Kok

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

foto: soompi.com

Bahagia itu impian semua orang. Namun mustahil kalau kita bisa merasa bahagia selamanya. Kadang, ada masanya kita merasa enggak bahagia, meski hanya sesaat. Penyebabnya enggak selalu muncul dari diri sendiri, bisa saja karena faktor eksternal. Saya sendiri suka terbayang kejadian mengerikan yang mungkin akan menimpa saya serta memikirkan worst case scenario ketika sedang melakukan sesuatu, sehingga hal itu bisa bikin enggak bahagia. Berbanding terbalik ketika sedang mengerjakan sesuatu, karena saat itu bisa fokus dan tahu tujuan yang ingin dicapai, sehingga perasaan semangat yang meluap-luap akan mendatangkan rasa bahagia.

 

“Kadang aku merasa enggak bahagia kalau lagi banyak kerjaan. Bawaannya jadi gloomy dan bikin aku mikir kenapa akau mau ambil pekerjaan ini. Tapi cuma sebentar sih karena setelah menenangkan diri dan akhirnya tahu mana yang harus dikerjain duluan, aku bisa merasa sedikit lega.” (Rini, 19 tahun, Jakarta).

 

“Cuaca itu berpengaruh banget sama mood aku. Kalau sudah mendung dan hujan, aku jadi suka khawatir. Nanti pulangnya gimana? Bakalan sampai di rumah jam berapa? Aku kan harus ke suatu tempat, nanti bakalan telat enggak ya? Kekhawatiran seperti ini yang bikin aku jadi bad mood.” (Riska, 18 tahun, Jakarta)

 

Secara science, perasaan enggak bahagia ini merupakan sesuatu yang alami terjadi. Enggak usah khawatir kalau kita tiba-tiba merasa enggak bahagia selama beberapa saat karena itu wajar kok.

 

Merasa Kosong

Perasaan enggak bahagia ini timbul ketika kita merasa ada bagian kosong di hati. Menurut Kaitlyn Slight, seorang konsultan keluarga di Amerika, kita biasanya merasa kosong karena ada sesuatu yang hilang dalam hidup, dan enggak melulu harus berupa orang. “Hal ini bisa muncul ketika kita mengabaikan diri sendiri, enggak mendengarkan harapan dan keinginan diri sendiri. Kadang kita enggak sengaja melakukannya karena saat itu kita fokus pada pendapat dan persetujuan orang lain atau hal lain,” jelasnya, seperti dikutip dari psychcentral.com. Misalnya, kita jadi kurang tidur karena terlalu fokus belajar buat ujian, sehingga tubuh kehilangan waktu istirahat.

 

kehilangan ini bisa berupa apa saja, enggak mesti kehilangan orang yang kita sayang. Bahkan, ketika serial TV atau drama Korea atau film favorit yang kita ikuti selama bertahun-tahun akhirnya selesai, itu juga bisa menimbulkan perasaan enggak bahagia. Karena sesuatu yang selama ini ada di hidup kita terpaksa berakhir. Ketika Harry Potter tamat, saya merasakan kehilangan tersebut, karena selama bertahun-tahun Harry Potter menemani saya. Selama beberapa saat saya sempat merasa kurang bahagia karena ada yang hilang dari hidup. Bukan hanya saya, tapi banyak yang juga mengalami hal ini. “Hal ini sama seperti kamu kehilangan seseorang yang penting dalam hidupmu. Hal ini akan menimbulkan lubang di hati selama beberapa saat,” jelas Jeffrey Andrew Weinstock, PhD, seorang profesor di Central Michigan University.

 

Untuk merasa bahagia, bisa dengan mencari tahu penyebabnya. Lihat penjelasannya di halaman berikut.

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×