Grid Networks | Kamis, 18 Januari 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Kenapa Banyak Jokes yang Nyerempet Soal Seksual? Bikin Risih Banget!

  • Selasa, 16 Januari 2018 18:15 WIB

Kenapa Banyak Jokes yang Nyerempet Soal Seksual? Bikin Risih Banget! | sbs

Ada seorang penulis blog yang menyuarakan pendapatnya mengenai salah satu film karya anak bangsa yang banyak menggunakan sexual innuendo (plesetan seksual) di filmnya.

Tentu ketika kita ingin menikmati film, suatu karya seni ya penginnya karya tersebut bersih enggak ada hal-hal yang bikin kita menjadi risih.

Apalagi kita sebagai perempuan, lalu melihat suatu hal yang menyinggung hal seksualitas dan orang lain menertawakannya karena merasa itu adalah hal yang lucu dan menghibur.

Enggak hanya kita lihat dari film saja, tapi banyak lho hal-hal yang berbau sexual innuendo di kehidupan sehari-hari. Misalnya candaan sama teman-teman, atau bahkan meme yang sering kita lihat di media sosial.

Masalahnya, apakah enggak masalah menertawakan hal yang sifatnya sensitif dan bisa membuat orang yang mendengarnya menjadi risih? Sebenarnya apa sih alasan orang-orang yang menjadikan sexual innuendo menjadi bahan candaan?

(Baca juga : 5 Alasan Remaja Harus Berani Ngomongin Seks. Konteks Pendidikan Ya, Bukan Belajar Berhubungan Seks!)

Seksual Itu Perlu Dibicarakan, Namun dengan Dasar Mendidik

undefined

"Aku merasa risih ketika ada jokes yang bersifat seksual apalagi negatif dan menyudutkan satu pihak yang biasanya perempuan menjadi bahannya. Menurutku perihal seksual itu penting untuk dibicarakan atau dipublikasikan namun yang menjadi dasarnya adalah mendidik masyarakat, bukan malah jadi bercandaan.

Dan yang menjadi sumber risihnya itu seringkali perempuan menjadi objek becandaannya, menjadi bulan-bulanan dan akhirnya akan melekat jokes itu, aku sebagai perempuan melihatnya tidak nyaman dan merasa itu adalah sex abuse.

Ada baiknya kalau sumbernya dari media sosial, jangan me-reposting ataupun likes. Kalaupun mau membagi hal yang bersifat seksual dikemas menjadi sebuah informasi yang baik dan benar, arahnya lebih ke seks edukasi. – Dwinda, 23 tahun.

Reporter : Indah Permata Sari
Editor : Indah Permata Sari

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×