TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
Love,life & Sex Education

Keuntungan dan Kerugian Jadi Mahasiswa Kura-kura

  • Averina Lita
  • Posted on : Selasa, 14 Februari 2017

shutterstock

Buat kita, hari-hari kuliah rasanya kurang kalau cuma dihabiskan dengan mengikuti mata kuliah. Bergabung dalam minimal satu organisasi sesuai minat pasti lebih seru, deh.

 

Kalau kita termasuk yang berpikiran kayak gini, berarti kita adalah mahasiswa kura-kura alias kuliah-rapat, kuliah rapat. Enggak cuma aktif di organisasi kemahasiswaan, kita juga seringkali tergabung dalam kepanitiaan berbagai acara kampus. Supaya kita tetap bisa asik kuliah sambil aktif berorganisasi, yuk baca keuntungan dan kerugian jadi mahasiswa kura-kura!

 

Baca juga: 10 Drama Korea Seru Tentang Kehidupan Kuliah yang Wajib Kita Tonton

 

KEUNTUNGANNYA...

 

Meningkatkan softskill

Prestasi akademik memang penting, girls. Tapi softskill juga enggak kalah penting buat diasah. Dengan aktif di organisasi, kita jadi lebih berani mengeluarkan pendapat, terbiasa berinteraksi sama orang dengan berbagai macam karakter, lebih bisa mengatur waktu, lebih gampang bekerjasama dengan orang lain dalam tim, dan sederet keuntungan lain. Buat kita yang pada dasarnya pemalu dan susah buat dekat sama orang baru alias introvert, aktif di organisasi juga bisa dijadikan sebagai ajang berlatih buat jadi lebih fleksibel.

 

Jadi eksis

Anggota organisasi biasanya terdiri dari mahasiswa berbagai angkatan. Hal ini bikin kita yang tergabung dalam organisasi bisa memperluas pergaulan. Enggak cuma teman-teman sekelas atau seangkatan, kita juga bisa kenal sama kakak dan adik kelas. Percaya deh, makin banyak kenal sama orang akan memberikan lebih banyak manfaat positif buat kita di kemudian hari. Kita bisa bertanya sama kakak kelas tempat membeli buku murah, mata kuliah apa yang oke buat diambil, tips menghadapi dosen tertentu, dan masih banyak lagi.

 

Banyak tempat bertanya

Enggak cuma dari segi pergaulan, gabung di organisasi bikin kita lebih dikenal sama dosen dan staf kampus. Contohnya kayak waktu mengajukan proposal atau buat surat izin. Kenal sama dosen dan staf kampus bikin kita gampang kalau mau bertanya mengenai segala hal yang berhubungan sama perkuliahan. Punya pengaruh waktu kita mau buat skripsi juga, lho.

 

Baca juga:3 Jurusan Kuliah yang Paling Mudah Dapetin Nilai Bagus

 

Bekal kerja

Kalau yang ini, efeknya baru akan kita rasakan setelah lulus dan melamar kerja. Kebanyakan perusahaan memberikan nilai plus buat pelamar yang punya pengalaman aktif berorganisasi. Soalnya perusahaan percaya kalau kandidat yang aktif berorganisasi akan lebih terbiasa dengan kesibukan dan terbiasa menjalankan tanggung jawab.

 

KERUGIANNYA...

 

Kurang waktu

Konsekuensi dari aktif di organisasi yang paling terasa adalah waktu kita buat istirahat atau gaul jadi berkurang. Selesai kuliah, harus kumpul rapat yang enggak jarang sampai malam. Di sela-sela pergantian mata kuliah, sibuk cari sponsor acara. Apalagi buat kita yang kebetulan kondisi fisiknya kurang bagus. Harus ekstra hati-hati supaya enggak kelelahan dan jatuh sakit. Tipsnya, kita bisa memanfaatkan waktu menunggu rapat dengan istirahat sebentar dan jangan sampai terlambat apalagi melewatkan waktu makan.

 

Enggak fokus

Ini juga enggak kalah penting, girls. Jangan pernah menjadikan sibuk berorganisasi sebagai alasan kita menelantarkan tugas kuliah atau enggak fokus belajar. Alasan ini udah basi banget. Yang ada bukannya mendapat simpati, dosen atau orangtua menilai kita cuma cari-cari alasan. Makanya sebelum memutuskan buat gabung dalam suatu organisasi, kita harus udah y`~akin kalau kita bisa menentukan prioritas dan mengatur waktu dengan baik. Jangan sampai nilai IPK kita turun karena terlalu asik berorganisasi.

 

Baca juga:5 Hal yang Harus Diperhatikan Kalau Kita Memilih Kuliah Sambil Kerja

 

Kurang bergaul dengan teman sekelas atau sejurusan

Aktif berorganisasi memang bisa memperluas pergaulan, tapi enggak menutup kemungkinan malah bisa bikin kita kurang pergaulan. Karena sibuk dengan jadwal rapat, kita jadi enggak punya waktu buat kumpul bareng teman sekelas atau seangkatan. Malahan bisa jadi kita lebih banyak kenal sama kakak atau adik kelas dibanding teman seangkatan sendiri. Solusinya sederhana kok, girls. Balik lagi kalau segala sesuatunya harus seimbang.

Penulis :

  • Averina Lita

  • Freelance writer for cewekbanget.id. An introvert who loves reading, watching, and working in a creative environment.

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×