Grid Networks | Sabtu, 26 Mei 2018 | SIGN IN | SIGN UP

Putus dengan Sahabat Lebih Menyakitkan Dibandingkan dengan Putus dengan Pacar

  • Kamis, 26 April 2018 14:25 WIB

Putus dengan Sahabat Lebih Menyakitkan Dibandingkan dengan Putus dengan Pacar

Ketika cowok yang kita sayang meninggalkan kita untuk cewek lain, ketika kita harus berantem dengan pacar dan berakhir dengan kata putus, ketika enggak ada lagi sapaan sayang yang menghiasi layar ponsel kita setiap hari, katanya itu adalah hari-hari terburuk bagi mereka yang sedang patah hati dan baru putus cinta.

Apakah selalu begitu? Apakah benar putus dengan pacar adalah patah hati paling menyakitkan?

Untuk sebagian orang, ada hal yang lebih menyakitkan dibandingkan putus dengan pacar, yaitu putus hubungan dengan sahabat. Sahabat adalah seseorang yang menerima kita apa adanya, enggak bosan mendengarkan curhatan kita setiap hari, seseorang yang selalu menjadikan kita sebagai pilihan pertama ketika sedang membutuhkan sesuatu, seseorang yang begitu percaya kepada kita.

Untuk sebagian orang, berantem dengan sahabat yang berujung pada sebuah perpisahan adalah tragedi yang menyakitkan. Terlebih lagi jika sudah membangun pondasi persahabatan itu sejak lama dan susah payah.

Pernah kamu kehilangan sahabatmu karena kesalahan kamu sendiri? Atau sebuah pertengkaran hebat menghancurkan persahabatan kalian yang sudah lama menjadi hancur lebur? Kalau pernah, kamu pasti pernah merasakan yang teman-teman kita rasakan ini.

Kembali Menjadi Orang Asing

"Aku pernah punya sahabat dari kecil, awalnya karena kita bertetangga dan sering main bareng jadinya dekat. Orangtua kita sudah saling kenal dan akrab, aku menganggap dia seperti kakakku sendiri, karena dia lebih tua usianya satu tahun denganku.

Sampai kita duduk di bangku SMA, masih dekat dan sering curhat, meski beda sekolah. Menjelang kelas 3 SMA, tiba-tiba dia jadi jarang mau main ke rumahku dan kalau aku berkunjung ke rumahnya, dia selalu enggak ada di rumah. Aku enggak tahu alasannya kenapa hingga akhirnya kita berdua enggak pernah komunikasi lagi sampai sekarang.

Aku pernah sesekali berpapasan dengannya di depan gerbang, tapi dia membuang muka. Kadang aku hanya ingin tahu alasan dia menjauhiku karena sedih banget kehilangan seorang sahabat.” (Tristie, 19 tahun)

 

Reporter : Debora Gracia
Editor : Debora Gracia

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×