Grid Networks | Senin, 23 April 2018 | SIGN IN | SIGN UP

2 Cewek Ini Melaporkan Pacarnya Ke Polisi Setelah Diperkosa

  • Senin, 16 April 2018 20:14 WIB

Foto: naijahousewife.com

Enggak disangka, C hamil. Untungnya C berkenalan dengan Ibu Z dari sebuah lembaga hukum yang sering membantu korban kekerasan secara cuma-cuma. Beliau membantu C melaporkan D ke polisi. Prosesnya lumayan lama, tapi Ibu Z selalu membantu.

Akhirnya, C memenangkan kasus ini dan D dihukum penjara. Tapi, orangtua D enggak terima. Orangtuanya kaya dan lumayan berpengaruh di kotanya. Mereka mengajukan banding. Lagi-lagi, D harus menjalani persidangan dan akhirnya menang. Karena itu, D hanya menjalani hukuman penjara selama lima tahun.

(Baca juga: alasan kita harus menolak RKUHP yang bisa merugikan korban sexual assault)

Perlindungan Hukum

Seringkali, perkosaan oleh pacar jarang dilaporkan, karena batas yang kurang jelas. Banyak yang berdalih suka sama suka. Padahal kasus perkosaan oleh pacar (date rape) ini adalah kasus serius. Kita enggak perlu khawatir, karena kita dilindungi oleh hukum dan undang-undang.

Masalah kekerasan seksual pada anak-anak dan remaja ini diatur oleh UU Perlindungan Anak no 35 tahun 2014 pasal 81 dan 82 yang merupakan revisi dari UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002, serta UU no 11 tahun 2011 tentang sistem peradilan pidana anak.

“Hampir sebagian besar pelaku kekerasan seksual berasal dari orang terdekat, salah satunya adalah pacar. Apapun modus yang dilakukan pelaku, entah itu bujukan, ancaman, atau perkosaan, semuanya bisa terkena ancaman UU ini,” ungkap Ibu Zuma, dari LBH Apik, Jakarta.

Undang-Undang tersebut mengatur tentang ancaman hukuman yang bisa diterima pelaku. Jika pelaku adalah orang dewasa, maka hukumannya berkisar antara 5-15 tahun. Jika masih di bawah umur, hukuman maksimal setengah dari hukuman untuk orang dewasa, yaitu 7,5 tahun.

Jika menghadapi kasus ini, atau ada orang terdekat kita yang mengalaminya, berikut beberapa tempat atau lembaga yang bisa membantu kita membawa kasus ini ke pihak berwajib.

Yayasan Pulih

Reporter : Ifnur Hikmah
Editor : Ifnur Hikmah

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×