Selain itu, jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka pun dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas total.
Baca Juga: Bingung Milih Jurusan Kuliah? Coba 5 Tips Ini Buat Mengatasinya!
Tiap sekolah wajib membuat laporan pengawasan
Terkait rencana sekolah tatap muka di Solo pada Juli 2021, Ahyani, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Solo ini mengungkapkan bahwa tiap sekolah nantinya wajib memiliki satgas COVID-19.
Tujuannya adalah untuk mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Selain itu, tiap sekolah juga harus melaporkan hasil pengawasan kepada Satgas Penanganan COVID-19 Kota.
"Masing-masing sekolah harus membuat laporan (pengawasan) ke dinas pendidikan dan pemkot," jelas Ahyani, yang dikutip dari Kompas.com.
Sebagian besar sekolah sudah penuhi persyaratan
Berdasarkan data yang ada, jumlah SMP (negeri dan swasta) di Solo ada sekitar 27 sekolah. Sementara untuk jenjang SD (negeri dan swasta) berjumlah puluhan.
Dari jumlah tersebut, menurut Ahyani sebagian besar sekolah sebenarnya sudah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan sekolah tatap muka.
Baik itu dari segi sarana dan prasarana protokol kesehatan maupun penunjang lainnya.
Baca Juga: Kayak Kembar, Begini Gaya Kasual Kompak ala Marsha Aruan dan Adik, Michelle Aruan!
"Kebanyakan sekolah ingin memulai PTM sekolah. Karena sudah terlalu lama daring. Tapi lihat perkembangan," ungkap Ahyani.