8 Tradisi Kelulusan Pelajar Indonesia dengan Amerika Serikat (Bagian 1)

By Natasha Erika, Kamis, 23 April 2015 | 17:00 WIB
8 Tradisi Kelulusan Pelajar Indonesia dengan Amerika Serikat (Bagian 1) (Natasha Erika)

Lulus SMA memang jadi momen yang seru banget dalam hidup kita. Lulus SMA jadi pertanda kalau kita bakal masuk ke dunia yang lebih luas dan lebih bebas dari sekolah alias masuk dunia kuliah. Ketika lulus, ada tradisi yang umum banget dilakukan pelajar SMA untuk merayakan selesainya proses belajar di jenjang pendidikan sekolah.

Belum lama, beredar undangan 'pesta bikini' untuk merayakan kelulusan pelajar SMA di Indonesia. 'Pesta bikini' atau lebih tepat disebut pool party merupakan salah satu tradisi perayaan kelulusan di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. 'Pesta bikini' di Indonesia menimbulkan kontroversi karena bukan tradisi yang umum dilakukan pelajar-pelajar di sini.

Sebenarnya, seperti apa sih tradisi perayaan kelulusan di Indonesia yang umum? Coba kita bandingkan dengan tradisi di Amerika Serikat yang cenderung bebas, yuk. Begini 8 tradisi kelulusan pelajar Indonesia dengan Amerika Serikat.

Cara Terhindar Dari Pergaulan Nakal Di Sekolah

Ini dia tradisi perayaan kelulusan pelajar di Indonesia:

Dari jaman dulu sampai sekarang, tradisi konvoi di jalan menggunakan motor atau mobil sering dilakukan pelajar-pelajar yang baru lulus. Biasanya, para pelajar menggunakan beberapa atribut untuk membuat suasana jadi lebih ramai.

Kekurangan dari tradisi ini adalah sering banget bikin kondisi jalan jadi ramai lancar alias menimbulkan kemacetan. Selain itu, masalah keamanan berkendara juga yang biasanya enggak mematuhi peraturan seperti memakai helm.

Nah, ini dia tradisi yang turun temurun jadi tradisi lulus SMA. Sepertinya, ini jadi tradisi unik pelajar SMA khusus di Indonesia. Coret-coret seragam dengan spidol, pilox dan sebagainya. Coret-coret bisa berupa tanda tangan teman-teman satu angkatan atau bisa juga coretan enggak jelas.

Tradisi ini bisa dibilang sebagai sebuah tanda dan ungkapan yang pengin ditunjukkan kepada orang-orang kalau 'ini, lho, kita sudah lulus sekolah!' Tapi, di sisi lain, tradisi coret-coret ini dilarang beberapa sekolah karena enggak mencerminkan seorang lulusan yang teratur dan rapi.