Hunter Hayes: Wawancara Ekslusif Via Email (Bagian 1)

By Astri Soeparyono, Minggu, 23 November 2014 | 17:00 WIB
Hunter Hayes: Wawancara Ekslusif Via Email (Bagian 1) (Astri Soeparyono)

Dulu aku pemalu banget, pendiam, dan suka gugup. Musik merupakan satu-satunya tempat di mana aku bisa menjadi diriku sendiri. Jadi, seumur hidup aku selalu bermimpi ingin jadi musisi, tampil di atas panggung dan menyanyi setiap malam. Sekarang, aku merasa jauh lebih percaya diri. Aku berterima kasih kepada fans karena merekalah yang membuatku jadi percaya diri. Aku memang masih sering merasa gugup, tapi sifat pemaluku sudah sedikit berkurang.

Orangtuaku. Mereka selalu ada untukku, percaya kepadaku dan memberiku alasan agar aku lebih percaya diri ketika aku merasa ragu. Aku beruntung memiliki mereka.

Hunter Hayes: Wawancara Ekslusif Via Email (Bagian 1)

(Baca juga: Hunter Hayes, Invisible, Curhat Soal Pengalaman jadi Korban Bullying)

 Inspirasi bisa datang dari mana saja. Aku suka kesulitan saat menyebut satu nama atau satu hal yang menginspirasiku karena ada banyak banget kejadian atau hal dalam kehidupan sehari-hari yang menginspirasiku.

Aku suka kalimat yang diucapkan Jim Carry belum lama ini. "The effect you have on others is the most valuable currency."

(Baca juga: Hunter Hayes, Wawancara Ekslusif Via Email Bagian 2)

 

(iif, Special thanks to: Warner Music Indonesia, foto: teencelebgifs.tumblr.com, hunterxhayes.tumblr.com, tumblr.com)