Ridwan Kamil juga mengatakan bahwa seni geometri adalah kekhasan seni dalam peradaban Islam.
Dilansir dari Kompas.com, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa lantaran estetika Islam tak mencerminkan makhluk hidup, para ulama bersepakat memilih estetika dalam bentuk geometri.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, 12 Juni 2019. Aries Jangan Terburu-buru, Ya!
Hasilnya? Tentu saja tak bentuk-bentuk, seperti segitiga dan lingkaran tidak bisa dihindari.
“Tidak bisa dihindari yang namanya bentuk segitiga, yang namanya bentuk jajaran genjang, yang namanya lingkaran. Ini keindahan arsitektur Islam. Sampai ada tutorial membentuk kaligrafi Islam,” ujar Kang Emil dalam pertemuan di Bandung pada Senin lalu, seperti yang dikutip dari National Geographic Indonesia.
Ridwan Kamil pun menambahkan, "Kalau iluminati mengambil semua bentuk dasar geometri sehingga kita 'katempuhan' di era modern yang tak sengaja. Kalau betul segitiga tidak boleh, lingkaran juga tidak boleh, elips juga tidak boleh karena membentuk mata dajjal, berarti habis semua bentuk geometri diambil mereka," ujarnya seperti yang dikutip dari Kompas.com
Baca Juga: 4 Hjiab Pashmina Warna Netral ala Putri Delina Ini Wajib Dimiliki Hijaber Pipi Chubby!
Adanya kontroversi ini pun membuat Ridwan Kamil mempertanyakan nasib Masjid lain yang juga memiliki geometri serupa. Seperti Masjid Al Ukhwah, Masjid Trans Studio, dan Masjid Raya Jakarta bahkan di Masjid Nabawi.
Itu dia girls, makna sebenarnya dari desain Masjid Al Safar karya Ridwan Kamil.
Tentu saja, adanya multitafsir dan interpretasi dalam sebuah karya arsitektur adalah hal yang wajar.
Semoga dengan penjelasan dari Kang Emil bisa semakin memperjelas apa sebenarnya makna desain arsitektur Masjid Al Safar, ya! (*)
Source | : | Kompas.com,National Geographic Indonesia |
Penulis | : | Elizabeth Nada |
Editor | : | Elizabeth Nada |
KOMENTAR