Grid Networks | Selasa, 16 Januari 2018 | SIGN IN | SIGN UP

40% Kasus Kekerasan Seksual Dibungkam dan Terhenti di Tengah Jalan. Salah Siapa?

  • Selasa, 9 Januari 2018 20:20 WIB

Kenapa korban harus dibungkam? | Kasus Kekerasan Seksual di Indonesia

Contohnya, sewaktu Fauzi Bowo, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta membuat larangan untuk cewek memakai rok saat berada di angkutan umum, pasca terjadi pemerkosaan kepada seorang karyawati di angkot, 2011 lalu. Tentunya ini mendapat reaksi dari banyak pihak dan dianggap semakin menyudutkan cewek dan membuat korban menjadi korban untuk kedua kalinya. Akhirnya Fauzi Bowo pun meminta maaf.

Dilansir dari bbc.com, banyaknya kasus kekerasan seksual yang enggak ditangani dan dibungkam hingga enggak bisa diproses secara hukum karena kurangnya bukti dan saksi mata. Selama ini kebanyakan kekerasan seksual ditangani dengan menggunakan KUHP, yang masih berperspektif pada pelaku. Sebenarnya ada beragam langkah untuk melindungi korban kekerasan seksual, mulai dari penanganan hingga pemulihan, yang semestinya diatur dalam sebuah undang-undang.

Kasus seperti ini enggak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di luar negeri. Seperti kasus pelecehan seksual yang dialami Taylor Swift dan dilakukan oleh seorang DJ bernama David Mueller pada 2013 lalu, baru mendapatkan keputusan akhir pada tahun ini, setelah kasus 4 tahun terjadi.

Sebelumnya TayTay justru dituduh Mueller melakukan pencemaran nama baik karena melaporkannya sehingga ia harus dikeluarkan dari tempatnya bekerja.

Enggak hanya itu, kasus kekerasan seksual yang dialami penyanyi Kesha oleh produsernya sendiri, Dr. Luke, justru enggak mendapatkan titik cerah. Dukungan yang mengalir untuk Kesha, Free Kesha, rupanya enggak membuat Kesha menang di pengadilan. Ini membuktikan keadilan pada korban kekerasan seksual masih lemah meskipun sudah ada hukum yang mengatur.

undefined
(doc. Cewekbanget.id)

Ketika kasus dibungkam, sekiranya apa yang harus dilakukan oleh korban? Pertanyaan tersebut mungkin akan timbul dalam benak kita, tapi memperjuangkan kebenaran sampai akhir, rasanya enggak sia-sia. Kadang memang butuh bertahun-tahun hingga putusan akhir terselesaikan, kadang pula malah enggak sesuai dengan hak yang semestinya didapatkan oleh korban. Tapi selagi masih bisa berusaha, maka itu akan lebih baik daripada hanya diam dan membiarkan kasusnya terkubur oleh waktu.

undefined
(doc. Cewekbanget.id)

(Baca juga: Cewek Ini Pernah Mengalami Pelecehan Seksual di Media Sosial, Ini Cara Menghadapinya)

Reporter : Debora Gracia
Editor : Debora Gracia

KOMENTAR

TULIS
ARTIKEL
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×