#HadapiCorona, Kasus Virus Corona Diprediksi Melonjak Usai Lebaran!

By Salsabila Putri Pertiwi, Senin, 25 Mei 2020 | 13:10 WIB
Virus corona (Kompas.com)

CewekBanget.ID - Usai Lebaran, angka kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia diprediksi bakal mengalami peningkatan.

Dilansir dari Grid Health pada Minggu (24/5/2020), Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, adalah yang menyampaikan langsung hal tersebut.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab lonjakan laporan kasus postif COVID-19 itu.

Baca Juga: #HadapiCorona, Epidemiolog Ingatkan Buat Waspada dengan Lonjakan Kasus Positif

Cuti Lebaran, Angka Kasus Melonjak

Menurut Windhu, lonjakan angka kasus positif COVID-19 dapat terjadi karena Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) se-Indonesia melangsungkan cuti Lebaran selama 2 hari.

Jadi, tes swab PCR COVID-19 di seluruh daerah di Indonesia pun enggak dilakukan, sehingga Windhu mengkhawatirkan terjadinya penumpukan laporan kasus COVID-19.

"Jadi, jangan senang dulu karena Lebaran tiba-tiba ada laporan COVID-19 di Indonesia menurun, itu keliru," ujar Windhu saat dihubungi pada Sabtu (23/5/2020), dilansir dari Grid Health, "BBLK libur, ya pasti menurun karena enggak ada yang meriksa."

 

Peningkatan Pergerakan Manusia Usai Lebaran

KRL Commuterline Jabodetabek diduga keras sebagai tempat penyebaran virus corona setelah 3 penumpang dinyatakan positif Covid-19.

Bahkan, Windhu memprediksi akan ada pelonjakan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia 7 hari setelah Lebaran. 

Hal itu terjadi lantaran akan ada pergerakan manusia yang tinggi dalam 3 hari ke depan selama masa Lebaran.

"Bisa meningkat dobel itu karena ada hutang libur laporan dan pemeriksaan spesimen yang pengerjaanya 4-6 hari setelah Lebaran," kata Windhu.

Masih digelarnya salat Ied serta beberapa tradisi Lebaran seperti salam-salaman di masjid, takbir keliling, dan nyekar ke makam juga dapat menjadi faktor penyebab peningkatan dan penumpukan laporan kasus positif COVID-19 di Indonesia pasca-Lebaran.

Baca Juga: Ilmuwan: Virus Corona Enggak Hilang Meski Ada Vaksin #HadapiCorona!

Sikap Tegas Pemerintah dan Aparat

Menyikapi hal itu, Windhu berharap pemerintah dapat menjamin ketersediaan reagen atau zat yang dijadikan bahan untuk melakukan tes swab PCR spesimen.

Menurutnya, pemerintah harus lebih gencar melakukan tes massal dan memberi reagen sebanyak mungkin agar semua kasus bisa terungkap.

Windhu juga berpesan kepada aparat kepolisan untuk bersikap lebih tegas kepada masyarakat agar prediksi lonjakan kurva COVID-19 itu bisa dipatahkan.

"Yang penting aparat harus berani, meski Lebaran semua tidak boleh melonggarkan aturan," pungkasnya.

(*)