Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19, Stop Main Gadget di KRL!

Jumat, 19 Juni 2020 | 19:10
shape.sg

Ilustrasi bermain handphone

Kaitannya dengan para commuter (pengguna KRL), pencemaran virus ke gadget juga dapat berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL.

Sebab, droplet ini dapat keluar ketika seseorang berbicara dan akan menyebar apabila tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Fyi, berkaitan dengan ini ada juga kebijakan untuk enggak berbicara selama naik KRL ataupun MRT, girls.

istimewa/Wartakotalive

Suasana KRL di Stasiun KRL Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (9/6/2020). Ahli himbau agar pengguna tak bermain gadget saat di KRL.

Oleh sebab itu, dokter Edward juga sangat menyarankan agar para pengguna enggak menggunakan gadget-nya selama di dalam perjalanan menggunakan KRL.

Bentuk pencegahan agar keluarga di rumah enggak tertular

Selain dapat mengurangi potensi cemaran, alasan lain untuk enggak menggunakan gadget saat berada di dalam KRL adalah agar keluarga kita di rumah enggak tertular.

"Jadi selain risiko untuk kita, juga orang yang di rumah. Jadi kalau kita sayang sama orang yang di rumah dan di sekitar kita, sebaiknya jangan keluarin handphone," jelas dokter Edward seperti yang dikutip dari health.grid.id.

Virus corona bisa bertahan di benda mati

Sementara itu, peringatan virus corona yang bisa bertahan di benda mati juga sempat diulas Dr. Handrawan Nadesul, lewat tulisannya dengan judul "Virus Corona Bukan Virus Dengue".

Menurutnya virus corona menular lewat percikan ludah (droplet infection), yang artinya virus keluar dari tubuh penderita (saluran napas) lewat percikan ludah sewaktu batuk, bersin dan bercakap-cakap.

Penting untuk diketahui, menurut Dr. Handrawan Nadesul, jarak tularnya tentu berbeda dengan penularan virus yang beterbangan jauh di udara.

Virus corona jarak tularnya enggak lebih dari 2 meter dari mulut seseorang yang sudah terinfeksi virus corona.

Halaman Selanjutnya

Baca Juga: Bikin Kulit Cerah, 5 Warna…
Tag