Bukan Merah, DKI Jakarta Disebut Masuk ke Zona Hitam Covid-19?

By None, Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:38 WIB
Warga bersepeda (foto : kompas.com)

CewekBanget.ID - Data korban positif Covid-19 di DKI Jakarta memang bertambah tiap harinya.

Sudah ada lebih dari 20 ribu pasien positif Covid-19 di Jakarta.

Dilansir dari laman Grid Health, pada Rabu (12/8), ada 27.242 kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Baca Juga: 5 Pasangan Seleb Hollywood Ini Jadian Hingga Tunangan Setelah Karantina Bareng

Namun enggak lama, muncul data yang menunjukkan kalau DKI Jakarta ditetapkan sebagai zona hitam untuk Covid-19!

Beredar data kondisi DKI Jakarta yang masuk zona hitam Covid-19

Diketahui, data ini merupakan update harian Covid-19 pada Minggu (9/8/2020) lalu.

Akibat adanya logo milik Badan Intelijen Negara (BIN) di pojok kanan atas foto, pihak BIN hingga rekan kerja Anies Baswedan pun akhirnya angkat bicara.

Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto menegaskan, foto viral di media sosial yang menampilkan Provinsi DKI Jakarta sebagai zona hitam Covid-19 adalah hoaks.

Baca Juga: Lega, Akhirnya Terungkap Kenapa Jalan di Pegunungan Pasti Berkelok!

"(Foto itu) bukan dari BIN, itu hoaks," kata Wawan melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (12/8/2020).

Sementara itu, rekan kerja Anies Baswedan yaitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah bahwa seluruh di DKI Jakarta masuk zona hitam Covid-19.

Ini untuk menanggapi beredarnya sebuah foto yang menampilkan lima wilayah Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, sebagai zona hitam Covid-19.

"Tidak ada zona hitam," ucap Ariza saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Ariza mengakui penyebaran Covid-19 di Ibu Kota memang tinggi.

Apalagi jumlah kasus yang terus melonjak beberapa waktu terakhir.

Namun, Riza berujar bahwa tingginya jumlah kasus itu karena tak lepas dari tes swab massal yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: Dikabarkan 289 Siswa Papua Positif Covid-19 Pasca Dibuka Zona Kuning Belajar Tatap Muka

"Di Jakarta memang penyebarannya tinggi karena disebabkan, testing banyak. Luar biasa testing kita. Jumlahnya bisa 5.000 hingga 10.000 per harinya. Sudah jauh di atas 55.000 lebih (per pekan)," kata dia.

Menurut dia, dengan melakukan banyak tes swab maka bisa menyelesaikan masalah.

"Menyelesaikan masalah kan harus mengidentifikasi masalah. Itu solusi dengan testing. Kalau testing diperbanyak memang angka penyebarannya kelihatan," tuturnya.

Artikel Ini Sudah Tayang di Grid Health dengan Judul "Tembus 27 Ribu Kasus Corona, DKI Jakarta Dikabarkan Masuk Zona Hitam Covid-19, Ini Kata Rekan Kerja Anies Baswedan."

(*)