Enggak Banyak, Punya 5 Teman Saja Sudah Bikin Bahagia Menurut Ahli!

By None, Kamis, 27 Agustus 2020 | 17:10 WIB
Age of Youth (pinterest.com)

CewekBanget.ID - Girls, coba hitung kita punya berapa teman ya?

Hmm apakah kita termasuk orang yang memiliki banyak teman, atau hanya beberapa orang saja bisa kita katakan sebagai teman?

Sebenarnya punya banyak teman itu perlu enggak ya?

Baca Juga: Kelola Sendiri Akun Instagram dan Baca Komentar, Mendikbud Nadiem: Hinaan Itu Juga Pembelajaran

Karena biasanya kan orang akan mengatakan punya banyak teman menandakan kita pintar bersosialisasi dan akan berguna juga buat hidup kita.

Tapi dilansir dari laman Kompas.com, ternyata enggak perlu lho kita punya banyak teman.

Bahkan disebutkan juga kalau punya lima orang teman saja sudah cukup!

Dilansir abc.net.au, Psikolog dari Universitas Oxford, Dr Robin Dunbar menggunakan beberapa rumus matematika untuk menghitung jumlah teman maksimal yang dapat kita miliki sebagai manusia.

Dia mengukur ukuran neokorteks atau bagian otak kita yang bertanggung jawab untuk persepsi sensorik serta memproses bahasa dan emosi, kemudian membandingkannya dengan bagian otak lain.

Dr Dunbar menyimpulkan bahwa pikiran kita dapat menangani setidaknya 150 pertemanan.

Bagian itu berkaitan dengan batasan kognitif manusia yang membatasi berapa banyak hubungan yang dapat kita atasi.

Sebagian lagi adalah berapa banyak waktu dan energi yang ingin dan dapat kita curahkan untuk orang-orang itu.

Namun, angka tersebut juga bergantung kepada seberapa ekstrovert seseorang.

Dari angka 150 itu, kita dapat membaginya ke dalam beberapa kategori keintiman.

Biasanya, kita memiliki kelompok inti yang terdiri dari lima teman yang sangat dekat. Mereka punya hubungan yang berarti dengan kira.

Baca Juga: Belajar Hijrah, Ini 5 Gaya Fashion Nikita Willy. Makin Anggun!

Selanjutnya, kita cenderung memiliki sekelompok yang terdiri dari sekitar 10 teman dekat yang melengkapi jaringan dukungan terpenting kita.

Mereka adalah orang-orang yang akan ditangisi jika meninggal, kita hargai kesetiaannya, dan yang mungkin ingin kita lihat di hari ulang tahun kita.

Kelompok setelahnya adalah sekitar 35 teman yang kurang dekat, namun masih menyenangkan.

Setelah itu, ada sekitar 100 orang yang ada di dalam kategori pertemanan yang lebih lemah.

Sekitar 75 persen dari kelompok ini adalah kenalan dan 25 persen keluarga besar.

Namun, perlu dicatat bahwa semua orang tersebut bisa juga datang dari anggota keluarga, sementara pasangan romantis memiliki kategorinya sendiri.

Haruskah banyak teman untuk bahagia?

Mari fokus pada kelompok yang terdiri dari lima orang terdekat kita.

Mereka adalah teman-teman terpenting kita dalam mengejar hal-hal seperti kebahagiaan, harga diri, dan kesejahteraan.

Penelitian oleh seorang akademisi bernama Susan Degges-White menemukan bahwa orang dengan tiga hingga lima teman dekat ternyata melaporkan tingkat kepuasan hidup yang tertinggi.

Tapi, penelitian tersebut juga melaporkan bahwa orang yang senang dan nyaman dengan berapa pun jumlah teman yang dimilikinya, juga melaporkan kepuasan hidup yang tinggi.

Studi itu menunjukkan bahwa kita bisa mendapat rasa bahagia dari "perasaan memiliki dalam satu jaringan sosial", dan itu bisa saja didapatkan dari jumlah teman yang tidak banyak.

Angka idealnya adalah tiga sampai lima orang, namun tentu saja tidak masalah untuk memilih teman terbaik lebih sedikit atau lebih banyak dari itu dalam hidup kita.

Baca Juga: 3 Hal Sepele Ini Enggak Disadari Bisa Merusak Persahabatan! Hati-hati!

Memilih kualitas daripada kuantitas

Memiliki kelompok pertemanan dekat yang lebih sempit seiring bertumbuhnya usia adalah hal yang sangat normal.

Sebuah studi mengikuti orang-orang selama periode 30 tahun untuk mengevaluasi kesejahteraan psikologis dalam kaitannya dengan jaringan sosial mereka.

Mereka menemukan bahwa kita paling bahagia di kemudian hari jika kita dapat memprioritaskan jumlah teman di usia 20 tahunan, tetapi mengganti fokusnya kepada kualitas persahabatan di usia 30 tahunan ke atas.

Jadi, masa depan kita bisa mendapat manfaat dari sosialisasi yang cenderung kita lakukan dalam dekade pertama kita sebagai orang dewasa.

Namun, kita memerlukan pendekatan yang lebih cerdas seiring bertambahnya usia.

Tidak ada kata terlambat untuk menemukan sosok teman baik dalam hidupmu, di tahap kehidupan manapun, termasuk hari ini.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perlukah Banyak Teman Agar Bisa Bahagia?"

(*)