Gaya Hidup Minimalis Tuh Bermanfaat Lho. Pasti Bikin Lebih Bahagia!

By Salsabila Putri Pertiwi, Minggu, 21 Februari 2021 | 20:20 WIB
Bantu Orang Merapikan Barang-barang yang (Dezeen)

CewekBanget.ID - Gaya hidup minimalis semakin menjadi tren.

Sudah banyak penelitian dan metode yang menunjukkan bahwa semakin sedikit kita memiliki barang di sekitar kita, kemungkinan kita untuk merasa bahagia pun lebih besar.

Rupanya bukan cuma membuat lingkungan kita tampak lebih rapi tanpa adanya barang-barang yang menumpuk, menerapkan gaya hidup minimalis juga dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan mental kita, lho!

Baca Juga: 4 Tips Hidup Lebih Minimalis Ala Angela Gilsha, Salah Satunya Unfollow Akun Olshop!

Lebih Fokus

Kita enggak akan mudah terdistraksi oleh barang-barang atau informasi terbaru dengan menjalani kesederhanaan hidup minimalis.

Perasaan damai biasanya sulit dicapai jika kita memiliki terlalu banyak barang di sekitar kita.

Dengan gaya hidup minimalis, kita akan belajar lebih fokus pada apa yang kita miliki dan menekan perilaku konsumtif, termasuk juga mengurangi perasaan iri atas apa yang dimiliki orang lain.

Sehat Secara Finansial

Ini jadi salah satu aspek yang sangat terdampak jika kita mengubah gaya hidup menjadi minimalis.

Pada akhirnya, enggak ada lagi tuntutan untuk membeli barang baru yang sebetulnya enggak benar-benar kita butuhkan dan menjadikannya siklus konsumerisme yang enggak sehat.

Malah, uang yang kita miliki bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat seperti investasi atau dana darurat.

Mencegah Depresi

Yup, meski terlihat enggak ada hubungannya, gaya hidup minimalis sebetulnya berpengaruh terhadap tingkat risiko depresi.

Memiliki terlalu banyak barang cenderung membuat kita merasa kewalahan dan dapat berujung pada stres dan depresi.

Dengan mengurangi jumlah barang-barang di sekitar kita, bisa jadi kita dapat merasa jauh lebih tenang.

Baca Juga: Sederhana Saja! Gaya Hidup Minimalis Bisa Dimulai dari Lemari Pakaian!

Mengurangi Rasa Bersalah

Mungkin kita pernah merasa bersalah memikirkan betapa banyak buku yang kita miliki dan belum sempat dibaca, atau koleksi kita yang disimpan begitu saja tanpa sering dirapikan atau digunakan sesuai fungsi aslinya.

Gaya hidup minimalis akan turut menyaring perasaan bersalah, bersamaan dengan kita yang membereskan barang-barang dan mengurangi benda yang enggak begitu kita butuhkan.

Ini juga akan membuat kita enggak merasa bergantung pada barang-barang yang kita miliki lagi.

Baca Juga: Gini Rahasia Merapikan Rumah Ala Jepang. Efisien dan Sederhana Banget!

Mudah Mengambil Keputusan

Enggak ada lagi keraguan mengambil keputusan hanya karena pertimbangan kita memiliki lebih dari satu barang yang sama yang bisa dipakai.

Sebagai contoh, dengan hidup minimalis, kita bakal jauh lebih mudah memilih baju yang akan digunakan ketimbang harus pusing memikirkan outfit apa yang sebaiknya kita kenakan hari ini karena semua tampak bagus dan jarang dipakai.

Akhirnya, gaya hidup minimalis akan membawa kita pada rasa bahagia dan mengurangi rasa sedih atau cemas.

(*)